SUMATERA UTARA — Lando Norris memimpin duel internal McLaren dengan skor 11-7 atas Oscar Piastri di sesi kualifikasi Grand Prix, sementara Max Verstappen menghancurkan Isack Hadjar 11-4 di Red Bull. Rekap head-to-head menjelang GP Mexico City memperlihatkan peta kekuatan 11 tim, dengan beberapa pasangan justru berbalik arah di klasemen poin.
Duel antar-rekan setim menjadi salah satu ukuran paling jujur untuk menilai performa pembalap di Formula 1 2026. Data kualifikasi, sprint, dan balapan utama dari 11 tim menunjukkan pola yang tidak selalu sejalan dengan posisi di klasemen pembalap.
Di McLaren, Norris unggul di semua sektor: kualifikasi Grand Prix 11-7, sprint 5-1, balapan utama 10-8, dan sprint 5-0. Catatan itu terpotong dua lomba yang tidak memberi skor, yakni GP China dan sprint Singapura, karena kedua pembalap gagal start.
Norris Kuasai McLaren, Piastri Tertinggal 67 Poin
Selisih di klasemen lebih tajam daripada skor balapan. Norris mengumpulkan 211 poin dan berada di peringkat keenam, sedangkan Piastri 144 poin di posisi ketujuh. Konsistensi Norris di sesi kualifikasi menjadi pembeda utama sepanjang musim.
Antonelli Balik Ungguli Russell di Klasemen
Mercedes menyajikan anomali menarik. George Russell menang di kualifikasi sprint 4-2, tetapi Kimi Antonelli mendominasi balapan utama 13-5 dan sprint 12-4. Antonelli kini memimpin klasemen dengan 365 poin di posisi pertama, Russell 242 poin di urutan kedua.
Di Red Bull, Verstappen nyaris sempurna: kualifikasi Grand Prix 11-4, sprint 5-0, balapan 12-3, dan sprint 5-0 atas Hadjar. Verstappen mengoleksi 236 poin di peringkat keempat, Hadjar 105 poin di urutan kedelapan. Hadjar sempat digantikan Liam Lawson pada GP Belanda, Italia, dan Spanyol, dengan Verstappen menyapu bersih ketiga lomba itu.
Ferrari Seimbang, Hamilton Unggul Tipis di Poin
Charles Leclerc dan Lewis Hamilton berbagi kemenangan balapan utama 9-9, kualifikasi 10-8 untuk Leclerc, dan sprint 3-3. Meski begitu, Hamilton unggul di klasemen dengan 241 poin di posisi ketiga, sementara Leclerc 233 poin di urutan kelima.
Alonso Sapu Bersih Aston Martin
Fernando Alonso mencatat rekor internal paling telak: kualifikasi 16-2, sprint 5-1, balapan 10-3, dan sprint 4-2 atas Lance Stroll. Lima lomba tidak memberi skor karena kedua pembalap gagal finis. Alonso mengoleksi 7 poin di peringkat ke-17, Stroll belum membuka poin di posisi ke-21.
Di Haas, Oliver Bearman unggul jauh atas Esteban Ocon: kualifikasi 13-4, balapan 10-7, dan sprint 4-2. Bearman 23 poin di urutan ke-13, Ocon 7 poin di posisi ke-16.
Duel Ketat di Audi, Alpine, dan Williams
Nico Hulkenberg dan Gabriel Bortoleto hampir seimbang. Kualifikasi 9-9, sprint 3-3, balapan 10-8 untuk Hulkenberg, dan sprint 3-2 untuk Bortoleto. Hulkenberg 13 poin di posisi ke-15, Bortoleto 10 poin di urutan ke-14.
Pierre Gasly mendominasi Franco Colapinto di Alpine dengan kualifikasi 15-3 dan balapan 10-7. Gasly 42 poin di peringkat ke-10, Colapinto 27 poin di urutan ke-12. Di Williams, Carlos Sainz unggul atas Alex Albon di kualifikasi 14-4 dan balapan 11-7, dengan Sainz 7 poin di posisi ke-18 dan Albon 5 poin di urutan ke-19.
Racing Bulls dan Cadillac: Catatan Terpisah
Liam Lawson memimpin duel Racing Bulls atas Arvid Lindblad dengan kualifikasi 9-6 dan balapan 11-4. Lawson 77 poin di posisi kesembilan, Lindblad 38 poin di urutan ke-11. Lindblad sempat menggantikan Yuki Tsunoda pada GP Belanda, Italia, dan Spanyol, dan menyapu ketiga lomba itu 3-0 di kualifikasi.
Di Cadillac, Sergio Perez unggul atas Valtteri Bottas di kualifikasi 10-8 dan balapan 12-4, tetapi keduanya belum mengumpulkan poin. Perez di peringkat ke-23, Bottas ke-22. Sejumlah lomba tidak memberi skor karena kedua pembalap gagal finis atau gagal start.
Rangkaian data ini menjadi bahan pembanding jelang GP Mexico City akhir pekan nanti, ketika sejumlah duel internal masih terbuka untuk berubah.