Pencarian

CMA Inggris Usulkan Aturan Baru agar Pesaing Apple Pay Lebih Mudah Hadir

Rabu, 21 Oktober 2026 • 12:06:01 WIB
CMA Inggris Usulkan Aturan Baru agar Pesaing Apple Pay Lebih Mudah Hadir
CMA Inggris mengusulkan aturan baru untuk mempermudah pesaing Apple Pay menghadirkan layanan pembayaran contactless di iPhone.

SUMATERA UTARA — Otoritas persaingan Inggris (CMA) mengusulkan aturan yang mempermudah dan menurunkan biaya bagi perusahaan yang ingin menawarkan alternatif Apple Pay di iPhone. Usulan ini menyasar akses NFC dan skema biaya Apple yang dinilai menghambat pesaing, dengan konsultasi publik dibuka hingga 17 November 2026.

Competition and Markets Authority (CMA) menilai biaya dan pembatasan yang diterapkan Apple membuat pesaing kesulitan meluncurkan aplikasi pembayaran contactless di iPhone. Regulator membeberkan proposal yang memberi pengembang lebih banyak cara mengakses teknologi NFC, komponen yang memungkinkan pengguna membayar dengan menempelkan perangkat ke terminal pembayaran.

Poin Utama Usulan CMA

Sejak 2024, Apple sebenarnya sudah membuka akses NFC ke pengembang di Inggris. Namun ada syarat yang harus dipenuhi: perusahaan wajib menandatangani perjanjian dengan Apple, membayar biaya, dan menggunakan Secure Element bawaan iPhone, chip yang menyimpan data sensitif seperti kredensial pembayaran.

CMA ingin Apple juga mendukung host card emulation (HCE), alternatif yang memungkinkan aplikasi pembayaran bekerja tanpa bergantung pada Secure Element. Regulator juga mengusulkan aturan yang diperkirakan menurunkan biaya akses Apple secara signifikan, meski perusahaan tetap diizinkan mengenakan tarif tertentu.

Perbandingan dengan Uni Eropa

Di Uni Eropa, Apple sudah menyediakan akses HCE secara gratis lewat komitmen yang disepakati pada 2024. CMA menyoroti dampaknya: aplikasi pembayaran pesaing langsung bermunculan di sana, sementara di Inggris belum ada produk dompet digital pesaing yang diluncurkan dengan ketentuan Apple saat ini.

Temuan itu menjadi dasar argumen regulator bahwa hambatan biaya dan teknis, bukan sekadar soal keamanan, yang menahan laju inovasi pembayaran di Inggris.

Bantahan Apple

Apple menyatakan pengembang sudah bisa menawarkan layanan contactless menggunakan teknologinya. Perusahaan menegaskan keberatan terhadap permintaan regulator yang dinilai menurunkan standar privasi dan keamanan.

"We do not believe the CMA should require Apple to adopt an approach with lower privacy and security protections. We will continue to engage constructively to reach an outcome that is in the best interest of our users," kata Apple kepada Reuters.

CMA merespons dengan menyatakan bukti yang ditinjau tidak menunjukkan bahwa salah satu pendekatan inheren tidak aman. Artinya, kekhawatiran Apple soal keamanan belum cukup kuat untuk menutup opsi HCE.

Jadwal dan Dampaknya

Proposal ini terbuka untuk konsultasi hingga 17 November 2026. CMA akan mengambil keputusan final setelah meninjau seluruh tanggapan yang masuk.

Bagi pengguna iPhone di Inggris, hasil akhirnya berpotensi memperluas pilihan dompet digital selain Apple Pay. Di Indonesia, kebijakan serupa belum menjadi agenda regulator, tetapi preseden Inggris dan Uni Eropa bisa menjadi acuan KPPU maupun Bank Indonesia jika isu akses NFC untuk dompet digital lokal mengemuka.

Pembaca tech-savvy yang memantau persaingan ekosistem mobile patut mencermati konsultasi ini. Jika CMA memenangkan pendekatan HCE, tekanan terhadap Apple untuk membuka NFC secara lebih luas di pasar lain, termasuk Asia Tenggara, berpeluang menguat.

Follow monitorsumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: macrumors.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks