SAMOSIR — Peresmian PATS di Desa Sibonor Ompu Ratus menjadi penanda masuknya teknologi irigasi berbasis energi surya ke kawasan pertanian Samosir. Infrastruktur hijau tersebut dibangun lewat kerja sama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas dengan Pemerintah Inggris melalui UK Foreign, Commonwealth & Development Office (UK-FCDO) dalam program Low Carbon Development Initiative Phase II (LCDI2) yang dikelola Oxford Policy Management Limited (OPML).
Peresmian dilakukan Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo A.A. Teguh Sambodo bersama Deputy Development Director British Embassy Fredi Brunt, Kepala Bapperida Sumut Dikky Anugerah, dan Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom. Rombongan disambut tari tortor dan pemberian ulos oleh warga.
Dari Gagal Panen 2024 ke Irigasi Sepanjang Tahun
Petani di Samosir pernah mengalami gagal panen pada 2024 akibat kemarau panjang. Kondisi itu membuat kehadiran PATS diterima warga sebagai solusi jangka panjang, bukan sekadar bantuan sesaat.
Naomi Br Manik, anggota P3A PATS Mual Hangoluan Desa Sibonor Ompu Ratus, menyebut pilihan warga jatuh pada pompa surya ketimbang bantuan lain. "Waktu awal PATS ini disosialisasikan di kampung ini, kami bilang, andaikan saat itu disuruh memilih emas atau PATS, kami pilih PATS, karena kalau emas dijual uangnya bisa habis, setelah itu kelaparan. Tetapi PATS ini bisa bikin sawah kami dialiri air sepanjang tahun, panen bisa berkali-kali setahun, dan sawah ini bisa berkelanjutan hingga anak cucu kami. Itu lebih berharga dari emas," ujarnya.
Emisi Turun 10,18 Ton CO2 per Tahun
Kalkulasi teknis menunjukkan PATS di Desa Sibonor Ompu Ratus mengurangi emisi 10,18 ton CO2 ekuivalen per tahun melalui efisiensi penggunaan bahan bakar fosil. Penghematan biaya solar atau BBM langsung memangkas beban operasional petani.
Leonardo menyatakan ketersediaan air berbasis energi terbarukan memperlihatkan hubungan erat antara ketahanan pangan, ketahanan energi, ketahanan air, dan kelestarian lingkungan. Langkah itu disebut selaras dengan Asta Cita kedua Presiden untuk mendorong pembangunan ketahanan di setiap level, dibarengi pengurangan emisi dan konservasi sumber daya alam.
Menurutnya, keberhasilan proyek ini melengkapi pencapaian makro Kabupaten Samosir. "Kita menyaksikan Samosir mencatatkan tren pertumbuhan ekonomi yang positif dan stabil di kisaran 5%, serta berhasil menekan angka kemiskinan menjadi 11,63 persen serta menurunkan tingkat pengangguran terbuka hingga mencapai 0,89 persen. Komitmen Samosir terhadap pembangunan berkelanjutan semakin terbukti dengan diraihnya penghargaan terbaik pertama se-Sumatra kategori pengelolaan sampah dan lingkungan asri tahun 2026 dari Kementerian Dalam Negeri," ujarnya.
Groundbreaking Desa Pakpahan dan Nilai Tambah Rp 2 Miliar
Pada hari yang sama, dilakukan groundbreaking PATS untuk Desa Pakpahan dengan pembelajaran dari desa percontohan. Secara akumulatif, intervensi energi bersih di kedua desa diproyeksikan memberi nilai tambah ekonomi lebih dari Rp 2 miliar per tahun bagi masyarakat lokal.
"Hal yang menarik dari pembelajaran ini, nanti siang kita akan juga melakukan groundbreaking untuk Desa Pakpahan dengan pembelajaran berbasis pembelajaran yang ada di desa ini," ungkap Leonardo, disambut tepuk tangan warga desa.
P3A Mual Hangoluan Jaga Irigasi dan Iuran Warga
Warga membentuk P3A Mual Hangoluan untuk memelihara, mengoperasikan, dan mengelola iuran fasilitas. Fredi Brunt menilai bertani merupakan mata pencaharian warga Desa Sibonor Ompu Ratus sehingga kebutuhan air irigasi menjadi sangat penting.
Menurut Fredi, air mendukung produksi pangan, meningkatkan produktivitas, dan membantu petani tangguh menghadapi perubahan cuaca serta iklim. Sistem PATS disebutnya sebagai contoh praktik pembangunan rendah karbon yang mendukung petani, kegiatan ekonomi, dan pengurangan emisi sekaligus.