SUMATERA UTARA — Direktur Olahraga Persija, Bambang Pamungkas, hadir langsung dalam seremoni penandatanganan kerja sama yang berlangsung sore tadi. Senior Manager Brand Activation adidas Indonesia, Cinita Dewi Mayakarti, juga turut meresmikan kolaborasi ini. Keduanya duduk satu meja, menandai dimulainya era baru Macan Kemayoran.
Dalam kontrak berdurasi lima tahun itu, adidas tidak hanya menyuplai perlengkapan untuk tim senior. Seluruh kelompok usia muda Persija, termasuk Elite Pro Academy Team, juga akan menggunakan produk pabrikan Jerman tersebut. "Ini bagian dari strategi agar tim memiliki daya saing di tingkat nasional, regional, dan insya Allah internasional," ujar Bambang dalam jumpa pers.
Kenangan Tiga Gelar dan Jersey Ikonik
Bambang mengungkapkan bahwa Persija memiliki sejarah panjang bersama adidas. Periode 1970-an hingga awal 1990-an menjadi masa paling manis. Saat itu, Persija berhasil meraih tiga gelar Liga Indonesia.
"Mungkin teman-teman tidak tahu bahwa adidas dan Persija pernah bekerja sama tahun 1970-an sampai awal 1990-an. Kerja sama itu menghasilkan tiga gelar," sambungnya. Jersey ikonik lahir di era tersebut: kaus merah-putih bergaris horizontal, jersey merah solid, hingga jersey putih dengan sponsor perusahaan tembakau.
Visi yang Sama: Membawa Sepakbola Indonesia Maju
Cinita Dewi Mayakarti menegaskan bahwa adidas melihat Persija sebagai klub dengan dampak besar di sepakbola Indonesia. Setelah bertemu Bambang dan tim, adidas merasa memiliki visi yang sama untuk memajukan sepakbola nasional. "Kami ingin memberikan sesuatu yang bermakna untuk para pemain, klub, dan suporter," paparnya.
Adidas Indonesia berencana meluncurkan jersey resmi pada 29 Agustus mendatang. Harga versi suporter termurah dibanderol sekitar Rp 300 ribu, sementara versi replika mencapai Rp 1 juta. "Dear The Jak, berminat memilikinya?" tulis rilis resmi Persija.
Dampak untuk Suporter dan Pasar Lokal
Kolaborasi ini tidak hanya soal nostalgia. Dengan harga jersey suporter yang relatif terjangkau, Persija berharap bisa memperkuat ikatan dengan Jakmania. Bambang optimistis, kerja sama ini akan meningkatkan daya saing tim di kancah nasional dan regional.
Bagi adidas, langkah ini menjadi strategi ekspansi di pasar sepakbola Indonesia. Brand asal Herzogenaurach itu kembali menancapkan kuku di salah satu klub terbesar Asia Tenggara setelah puluhan tahun vakum.