SUMATERA UTARA — Kementerian ESDM menetapkan 40 pemenang Minerba Educreative Competition 2026 dari 457 karya yang masuk ke panitia, dengan pengumuman digelar di Jakarta International Expo pada Selasa (3/11/2026). Kompetisi delapan kategori ini menjadi ajang memperkenalkan sektor mineral dan batu bara ke publik lewat karya pelajar hingga jurnalis.
Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara mencatat 990 akun pendaftar dalam kompetisi yang digelar secara daring, namun hanya 457 karya yang akhirnya dikumpulkan peserta dari seluruh kategori. Angka itu menunjukkan antusiasme pendaftar tidak sepenuhnya berbanding lurus dengan jumlah karya yang tuntas diserahkan ke dewan juri.
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Tri Winarno menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang berhasil menuntaskan karya. Menurut dia, hasil kompetisi membuktikan subsektor mineral dan batubara bisa dipahami dari banyak sudut pandang.
"Karya-karya yang dihasilkan menunjukkan bahwa subsektor mineral dan batubara dapat dilihat dan dipahami dari berbagai sudut pandang, mulai dari pelajar tingkat sekolah dasar, sekolah menengah, mahasiswa, guru, masyarakat umum, hingga jurnalis," ujar Tri dalam keterangannya, Selasa (3/11/2026).
Kompetisi tahun ini membagi perlombaan ke delapan kategori yang menyasar kelompok peserta berbeda. Siswa SD mengikuti lomba Gambar Bercerita, siswa SMP di Ilustrasi Digital, dan siswa SMA/sederajat di Konten Media Sosial.
Mahasiswa bersaing lewat Poster Ilmiah, sementara guru mengikuti Video Materi Pengajaran. Dua kategori fotografi dibuka untuk masyarakat umum dan wartawan, ditambah satu kategori Karya Jurnalistik khusus jurnalis.
Seluruh karya dinilai berdasarkan kreativitas dan orisinalitas, kesesuaian tema, kualitas substansi, keterampilan teknis, serta kemampuan menyampaikan pesan kepada masyarakat. Dewan juri terdiri dari praktisi dan akademisi di bidangnya masing-masing, antara lain Harry Purwanto, Sari Esayanti, dan Zapheline Matakupan untuk kategori SD dan SMP.
Di kategori Gambar Bercerita tingkat SD, juara pertama diraih Muhammad Aldric Rafisqy dari SD Al Falah Darussalam 2 Surabaya, disusul Shaqilla Sakina Aisya Putri dari SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta dan Azkadina Syahira Siregar dari SDN Kebon Kosong 01 Pagi Jakarta Pusat.
Lomba Ilustrasi Digital tingkat SMP dimenangi Amellia Cristine dari Sekolah Dian Harapan Bogor, diikuti Keysa Putri Hadianti dari MTs Binong Curug Tangerang dan Aufaezio Diffy Satria dari SMP Negeri 3 Pontianak. Untuk Konten Media Sosial tingkat SMA, tim SMA Kristen Kanaan Jakarta keluar sebagai juara pertama.
Poster Ilmiah mahasiswa dimenangi Hizkiel Purba dari UPN "Veteran" Yogyakarta, mengalahkan Muhammad Rifki Pratama dari Universitas Brawijaya dan tim Institut Teknologi Bandung. Sementara kategori Video Materi Pengajaran untuk guru dimenangi Nurina Putri dari SMAN 12 Kabupaten Tangerang.
Di kategori Fotografi Umum, Muhammad Tahir asal Kalimantan Timur keluar sebagai juara pertama. Adapun Fotografi Wartawan dimenangi Nur Hana Putri Nabila dari Katadata.co.id, dan Karya Jurnalistik terbaik diraih Ruht Semiono dari sinarharapan.id.
Para pemenang menerima uang pembinaan dan trofi sesuai ketentuan tiap kategori. Penyelenggara menyebut penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan dedikasi peserta dalam menghadirkan karya edukatif.
Bagi Kementerian ESDM, kompetisi ini berfungsi sebagai saluran komunikasi publik agar dunia pertambangan lebih mudah dipahami masyarakat. Pendekatan kreatif dinilai lebih efektif ketimbang sosialisasi formal yang cenderung kaku.
Penyelenggara juga menargetkan partisipasi yang lebih luas pada edisi berikutnya, dengan harapan lahir perspektif baru soal pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Jumlah 457 karya tahun ini menjadi baseline yang akan diuji apakah bisa terlampaui di gelaran mendatang.