Debit Sungai Amplas Melonjak Akibat Hujan di Hulu, Warga Bantaran di Medan Diminta Waspada Banjir

Penulis: Khairunas Ibrahim  •  Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:31:01 WIB
Debit Sungai Amplas meningkat setelah hujan di wilayah hulu pada Rabu (28/10/2026).

MEDAN — Kenaikan debit Sungai Amplas terjadi setelah intensitas hujan di wilayah hulu meningkat pada Rabu (28/10/2026). Aliran air dari kawasan pegunungan merambat ke hilir dan berdampak langsung pada tinggi muka air sungai yang melintasi permukiman warga.

Peningkatan debit memicu potensi genangan hingga luapan air di permukiman sekitar aliran. Warga yang bermukim di sepanjang bantaran sungai diimbau meningkatkan kesiapsiagaan diri dan lingkungan.

Kanal Marindal Ikut Naik, Warga Was-was

Kenaikan debit tidak hanya terjadi di Sungai Amplas. Kanal Marindal dilaporkan mengalami peningkatan aliran air yang membuat warga sekitar was-was.

Kekhawatiran warga bertambah karena beberapa titik tanggul (liding) kanal disebut belum diperbaiki hingga kini. Pengorekan tanah yang dilakukan beberapa bulan lalu dinilai belum menyelesaikan persoalan di lapangan.

Kondisi tersebut membuat warga di bantaran kanal memantau ketinggian air secara berkala, terutama saat hujan turun di kawasan hulu.

Antisipasi Hidrometeorologi Basah di Penghujung Tahun

Pemerintah dan petugas lapangan mengimbau warga mengantisipasi dampak hidrometeorologi basah menjelang akhir tahun. Langkah awal yang diminta adalah mengamankan barang-barang berharga ke tempat lebih tinggi.

Warga juga diminta memantau perkembangan debit air secara berkala dan tidak lengah saat hujan deras berlangsung lama. Koordinasi dengan petugas lapangan setempat disebut menjadi kunci penanganan dini.

Laporkan Potensi Banjir ke Pihak Berwenang

Masyarakat diharapkan tetap tenang dan segera melaporkan potensi ancaman bahaya banjir kepada pihak berwenang. Laporan cepat memungkinkan penanganan dini dilakukan sebelum air meluap ke permukiman.

Wilayah hilir Sungai Amplas dan Kanal Marindal menjadi perhatian utama karena berbatasan langsung dengan permukiman padat. Petugas lapangan diminta siaga memantau titik rawan genangan.

Warga bantaran yang melihat tanda-tanda kenaikan air mendadak dapat menghubungi aparat kelurahan atau petugas terkait agar evakuasi dan penanganan bisa disiapkan lebih awal.

Reporter: Khairunas Ibrahim
Sumber: aktualonline.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top