SIBOLGA — Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur Kota Sibolga sejak Sabtu (26/9/2026) siang memicu genangan air di sejumlah ruas jalan sekaligus banjir di kawasan pemukiman. Kawasan yang terdampak meliputi Kelurahan Aek Muara Pinang, Kelurahan Angin Nauli, Kelurahan Hutabarangan, dan Kelurahan Huta Tonga-Tonga.
Salah satu titik utama yang dipantau adalah aliran Sungai Aek Doras di Jalan Imam Bonjol. Wali Kota Akhmad Syukri Nazry Penarik meninjau kondisi sungai sekaligus menyapa warga yang bermukim di bantaran.
Peninjauan dilakukan Wali Kota bersama Asisten Administrasi Pembangunan dan Umum Setda Kota Sibolga Denni Aprilsyah Lubis serta Ketua Dewan Pendidikan Kota Sibolga. Keempat kelurahan yang terdampak berada di kawasan padat permukiman dengan jarak berdekatan dari aliran sungai.
Warga di kawasan perbukitan diminta berhati-hati terhadap potensi tanah longsor. Petugas diminta segera memberi arahan jika kondisi lingkungan dinilai terancam.
Akhmad Syukri menegaskan penanganan banjir tidak dilakukan secara sesaat. Menurutnya, dibutuhkan sinergi lintas instansi, termasuk dengan Kementerian PUPR dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
"Infrastruktur pengendali banjir telah dibangun di sebagian titik, sementara lainnya sedang dalam tahap persiapan pengerjaan. Langkah strategis ini diharapkan mengurangi risiko banjir ke depannya," ujar Akhmad Syukri.
Pemkot Sibolga menyatakan terus memantau titik-titik rawan bencana secara berkala. Pemantauan dilakukan menyusul hujan deras yang berpotensi berulang di wilayah pesisir barat Sumatera Utara.
Masyarakat diimbau tetap waspada, terutama saat hujan deras disertai angin kencang. Warga yang tinggal di kawasan perbukitan diminta mengikuti arahan petugas jika kondisi lingkungan terancam.
Sejumlah infrastruktur pengendali banjir di Sibolga sudah berdiri di sebagian titik. Sisanya masih dalam tahap persiapan pengerjaan sebelum masuk tahap konstruksi.