Influenza A pada Anak Meningkat, Kemenkes Sebut Masih Terkendali

Penulis: Ramli Ahmad  •  Jumat, 18 September 2026 | 09:37:01 WIB

SUMATERA UTARA — Keluhan soal anak demam tinggi lebih dari tiga hari ramai di media sosial, diduga akibat Influenza A. Kemenkes memastikan kenaikan kasus memang terjadi di beberapa kota, tapi secara nasional masih aman dan terkendali. Berikut gejala yang perlu ibu waspadai dan kapan harus segera ke dokter.

Kenaikan Kasus Influenza A di Beberapa Kota

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman, membenarkan adanya kenaikan kasus Influenza A di sejumlah daerah. Namun ia menegaskan situasi nasional masih dalam batas aman.

"Secara nasional kenaikannya tidak terlalu signifikan, lonjakannya tidak terlalu melonjak tajam begitu, mungkin di beberapa daerah iya. Jadi secara nasional tuh masih aman, terkendali untuk yang influenza-influenza tadi, gitu sih sebenarnya," kata Aji saat diwawancarai di Kawasan Menteng Jakarta.

Cerita Ibu di Media Sosial soal Anak Positif Influenza A

Pengalaman salah satu warganet di Threads, @mavelmaven, jadi gambaran betapa cepatnya Influenza A menular di lingkungan anak. Anaknya sempat demam tinggi lebih dari tiga hari sebelum akhirnya dites.

"Be careful ya parents, anakku kena influenza A. Diswab positif, dan nyebarnya cepettt banget. Demam tinggi lebih dari 3 hari, dan mirip bgt sama covid (even swabnya pun 1 tipe sama covid). Padahal udah rutin vaksin influenza juga. Syukurlah begitu ketauan sama dokter langsung antivirus dan udah sehatt," tulisnya.

Gejala Influenza A pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Influenza A sering tampak seperti flu biasa di awal, tapi perkembangannya bisa cepat. Beberapa tanda yang perlu ibu perhatikan:

  • Demam tinggi yang bertahan lebih dari tiga hari
  • Batuk, pilek, dan nyeri tenggorokan
  • Nyeri otot dan lemas berlebihan
  • Nafsu makan turun, anak tampak lesu
  • Gejala mirip COVID-19, termasuk sesak atau lelah berat

Penularannya tergolong cepat, terutama di sekolah, tempat bermain, atau saat anak berkumpul dengan banyak orang. Vaksin influenza tetap membantu, meski tidak menjamin anak benar-benar bebas dari infeksi.

Kapan Harus Segera ke Dokter

Kalau demam anak tidak turun setelah tiga hari, atau muncul sesak napas, kejang, dan anak sangat lemas, jangan tunda untuk memeriksakan diri. Semakin cepat terdeteksi, penanganan seperti antivirus bisa diberikan lebih awal.

Pada kasus anak @mavelmaven, kondisi membaik setelah dokter memberi antivirus begitu hasil tes keluar. Deteksi cepat jadi kunci utama, terutama saat gejala mirip COVID-19 muncul.

Cara Sederhana Melindungi Anak di Rumah

Ajarkan anak mencuci tangan dengan sabun setelah bermain dan sebelum makan. Bersihkan mainan serta permukaan yang sering disentuh, dan pastikan ventilasi rumah tetap baik.

Kalau anak sedang tidak enak badan, sebaiknya istirahat di rumah dulu agar tidak menularkan ke teman-temannya. Ibu juga bisa mencatat pola demam harian supaya lebih mudah menjelaskan kondisi anak ke dokter.

Kenaikan Influenza A di beberapa kota memang perlu diwaspadai, tapi bukan alasan panik berlebihan. Dengan mengenali gejalanya sejak awal dan sigap memeriksakan anak, ibu bisa mengambil langkah yang tepat sebelum kondisi memburuk.

Reporter: Ramli Ahmad
Sumber: lifestyle.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top