DELI SERDANG — Sekretaris Direktorat Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri (P3KLN) KemenP2MI Sri Andayani menyatakan program SMK Go Global merupakan arahan Presiden untuk menyiapkan dan menargetkan 500 ribu tenaga kerja. Program ini dibagi dalam empat tahap tahunan dengan rincian yang sudah ditetapkan pemerintah.
"Dari 500 ribu itu terbagi dari 2026 sebanyak 40 ribu, 2027 sebanyak 140 ribu, 2028 sebanyak 180 ribu, dan 2029 sebanyak 140 ribu," ujar Sri Andayani dalam sosialisasi di Deli Serdang.
Pasar kerja internasional yang dibidik mencakup sejumlah sektor strategis. Bidang perhotelan (hospitality), perawat (nurse), transportasi, pertanian, konstruksi, dan sektor kelautan menjadi prioritas kebutuhan.
Negara tujuan yang diproyeksikan meliputi Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Jerman, Australia, kawasan Eropa, dan Timur Tengah. Pemetaan ini disusun berdasarkan permintaan pasar kerja masing-masing negara.
Melalui SMK Go Global, calon PMI akan dibekali pelatihan terpadu. Materi mencakup penguatan kompetensi teknis, sertifikasi, serta pelatihan bahasa sesuai standar negara tujuan.
Kepala BP3MI Provinsi Sumut Kombes Pol Budi Novijanto menyebut program ini dijalankan lewat kerja sama dengan lembaga vokasi. Tujuannya meningkatkan kapasitas calon PMI sebelum diberangkatkan.
"Diharapkan nantinya calon-calon pekerja migran ini mempunyai kemampuan yang lebih dan bisa bermanfaat serta menjadi daya tarik pada saat mereka akan bekerja di luar negeri," kata Budi Novijanto.
Program SMK Go Global dirancang pemerintah untuk menekan angka pengiriman PMI ilegal atau nonprosedural dari tingkat daerah. Sosialisasi di Deli Serdang menjadi salah satu titik penyebaran informasi bagi calon pekerja migran di Sumatera Utara.
Kegiatan di Institut Kesehatan Deli Husada ini menyasar calon PMI dari kalangan lulusan SMK dan umum. Peserta mendapatkan gambaran langsung soal jalur resmi bekerja ke luar negeri.