Wali Kota Medan Rico Waas Minta Forkala Rangkul Generasi Muda Lewat Bahasa Daerah dan Malam Kebudayaan

Penulis: Syafruddin Amir  •  Sabtu, 12 September 2026 | 09:31:02 WIB
Wali Kota Medan Rico Waas memimpin pertemuan terkait pelestarian budaya daerah di Balai Kota Medan, Jumat (11/9/2026).

MEDANWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menekankan pentingnya merawat keberagaman dan kelestarian budaya lokal. Ia tidak ingin masyarakat, khususnya generasi muda, sampai lupa akan budayanya sebagai suatu identitas.

“Kita jangan sampai kehilangan identitas. Budaya harus terus dilestarikan dan kita harus bangga dengan warisan tradisi kita,” kata Rico Waas di Balai Kota Medan, Jumat (11/9/2026).

Pertemuan itu turut didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Ahmad Barli Mulia Nasution dan Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan M. Odi Anggia Batubara.

Bahasa Daerah 15 Menit Sebelum Jam Pelajaran

Untuk mengantisipasi krisis identitas budaya di kalangan generasi muda, Rico Waas menyiapkan sejumlah gagasan konkret. Salah satunya mendorong pengenalan bahasa daerah bagi siswa sekolah dasar dan menengah.

“Cukup 15 menit setiap hari sebelum jam pelajaran dimulai sebagai pembiasaan konsisten,” ujar Rico Waas.

Kebijakan itu menyasar siswa SD dan SMP di Kota Medan. Pemkot Medan menargetkan pembiasaan berjalan konsisten, bukan sekadar program seremonial.

Kesawan Dikonsep Jadi Malam Kebudayaan Nusantara

Rico Waas juga meminta event Car Free Night (CFN) menjadi panggung memperkenalkan kekayaan budaya Kota Medan. Kawasan Kesawan disebutnya cocok dikonsep sebagai malam kebudayaan nusantara.

“Saya ingin mengonsepkan area Kesawan itu sebagai malam kebudayaan nusantara yang menyajikan pertunjukan seni, kuliner khas adat, hingga permainan olahraga tradisional interaktif bagi pengunjung,” kata Rico Waas.

Konsep itu menggabungkan pertunjukan seni, kuliner khas adat, dan permainan olahraga tradisional interaktif dalam satu ruang publik.

Forkala Diminta Lahirkan Forkala Muda

Rico Waas menilai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini jauh berbeda dari sebelumnya. Banyak anak muda disebutnya mulai apatis terhadap budayanya.

“Tantangan masa kini sangat berbeda. Banyak anak muda yang mulai apatis terhadap budayanya. Di sinilah peran penting Forkala untuk merangkul generasi muda dan menciptakan Forkala muda agar kita tidak kehilangan identitas,” tegas Rico Waas.

Forkala menyambut baik arahan tersebut. Wadah Forkala muda nantinya dikhususkan bagi pemuda yang peduli terhadap kebudayaan.

Capaian Forkala Jelang Akhir Masa Bakti

Sebelumnya, Ketua Forkala Kota Medan Dato Seri Adil Freddy Haberham menyampaikan laporan capaian kinerja pengurus jelang akhir masa bakti pada 6 Oktober 2026 mendatang.

Selama kepengurusannya, Forkala aktif menggelar pentas kebudayaan, mengikuti serta menyelenggarakan Festival Keraton Nusantara, menerbitkan buku budaya, hingga menyusun usulan kurikulum kebudayaan.

Usulan kurikulum kebudayaan itu sejalan dengan dorongan Wali Kota Medan soal pembiasaan bahasa daerah di sekolah. Dua agenda tersebut bakal menjadi pekerjaan rumah Forkala berikutnya, termasuk menyiapkan kader muda sebelum masa bakti berakhir Oktober 2026.

Reporter: Syafruddin Amir
Sumber: inimedanbung.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top