Polisi Skotlandia Ingatkan Pemain Celtic Jelang Derby Lawan Rangers

Penulis: Khairunas Ibrahim  •  Jumat, 11 September 2026 | 22:05:01 WIB
Polisi Skotlandia menggelar pertemuan singkat dengan pemain Celtic jelang derby melawan Rangers.

SUMATERA UTARA — Laga di Ibrox menjadi kembalinya Celtic ke markas rival sekota mereka sejak perempat final Piala Skotlandia musim lalu yang berakhir drama adu penalti. Pertandingan itu tercoreng kerusuhan suporter, dan kedua klub dijatuhi sanksi bermain tanpa penonton pada laga kandang berikutnya di Piala Skotlandia.

O'Neill mengungkapkan kunjungan kepolisian itu secara terbuka dalam konferensi pers jelang laga. Ia menyebut pertemuan tersebut membahas soal perilaku umum pemain, termasuk hal-hal yang bisa berlanjut menjadi masalah lebih besar.

Isi Pertemuan dengan Polisi: dari Selebrasi Berlebihan hingga Potensi Baku Hantam

O'Neill menjelaskan bahwa polisi tidak menyebut secara spesifik soal insiden di lapangan, tetapi ia sendiri menduga hal itu termasuk dalam pembahasan. Menurutnya, ada dua hal yang paling ditekankan.

"Kami kedatangan polisi hari ini, hanya pertemuan singkat 15 menit untuk mengingatkan kami soal perilaku, yang menurut saya pengingat tepat waktu," kata O'Neill.

"Kau tidak ingin ada baku hantam, pertama. Kedua, kau tidak ingin selebrasi berlebihan dan hal-hal semacam itu," lanjutnya.

Manajer asal Irlandia Utara itu menilai pertemuan tersebut tidak akan terjadi jika bukan karena rangkaian insiden dalam laga-laga terbaru. Ia menyebut pembicaraan dengan polisi sebagai konsekuensi langsung dari apa yang terjadi di lapangan beberapa waktu belakangan.

Tanpa Suporter Tamu, Derby Pertama Celtic di Ibrox Musim Ini

Scottish Professional Football League (SPFL) sebelumnya mengumumkan tidak ada suporter tamu yang diizinkan hadir di laga Old Firm untuk kompetisi liga maupun Piala Liga musim ini. Kebijakan itu membuat atmosfer Ibrox pada Minggu akan berbeda dari biasanya.

O'Neill mengakui situasi tanpa suporter tamu terasa aneh. Ia menyebut dukungan suporter tandang selama ini selalu memberi rasa nyaman tersendiri bagi timnya.

"Akan terasa aneh dalam banyak aspek tidak ada suporter tamu di area kami. Saya selalu merasa itu memberi sedikit kenyamanan," ujarnya.

Meski demikian, ia tetap menantikan laga dengan perasaan campur aduk antara gugup dan antusias. "Kami menantikannya dengan gugup, menantikannya dengan antusias," tambah O'Neill.

Rekor Tiga Derby Terakhir dan Modal Lima Poin di Puncak Klasemen

Celtic datang ke laga ini dengan modal tiga kemenangan beruntun atas Rangers di semua kompetisi, sejak terakhir kali kalah 1-3 di Celtic Park pada Januari lalu. Di ajang Premiership musim baru, Celtic memuncaki klasemen dengan keunggulan lima poin setelah enam pertandingan.

Rangers sendiri sedang dalam tren empat kemenangan beruntun, meski tetap mendapat kritik dari suporternya sendiri karena awal musim yang buruk di bawah manajer baru Derek McInnes. O'Neill menyebut tekanan publik tuan rumah bisa menjadi faktor jika Celtic mampu unggul lebih dulu.

"Kalau kau unggul dalam pertandingan, itu membuat mereka cemas," ujar O'Neill. "Tapi berbicara soal unggul dan benar-benar unggul adalah dua hal berbeda. Kami hanya melakukan yang terbaik. Kami tahu kami menghadapi tim yang sangat bagus dan kerumunan yang bisa membuat perbedaan."

Laga perempat final Premier Sport Cup antara Rangers dan Celtic di Ibrox menjadi ujian pertama kedua tim di kompetisi ini musim berjalan, sekaligus derby Glasgow pertama tanpa kehadiran suporter tamu di tribun.

Reporter: Khairunas Ibrahim
Sumber: bbc.co.uk This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top