Komisi XIII DPR Kecam Penembakan 3 Petugas Pertanian di Jayawijaya

Penulis: Mukhtar Latif  •  Kamis, 10 September 2026 | 14:34:01 WIB
Legislator Komisi XIII DPR RI Mafirion Syamsuddin Rogo mengecam penembakan tiga petugas Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya.

SUMATERA UTARAJakarta — Mafirion Syamsuddin Rogo, legislator dari Fraksi PKB daerah pemilihan Riau yang duduk di Komisi XIII DPR RI, menyampaikan kecaman terbuka atas tewasnya tiga petugas Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Ketiganya ditembak saat menjalankan tugas membawa bantuan ternak untuk warga di pedalaman Papua. Peristiwa itu terjadi di Kampung Muliama, Papua Pegunungan, pada Rabu (9/9).

Menurut Mafirion, ketiga korban adalah warga sipil yang sama sekali tidak terlibat konflik bersenjata. Mereka sedang menjalankan misi pelayanan publik ketika menjadi sasaran kekerasan. "Tindakan KKB yang menembak tiga pegawai Dinas Pertanian ini adalah tindakan yang tidak manusiawi. Ini adalah pelanggaran HAM yang tidak boleh ada toleransi," ujarnya kepada wartawan, Kamis (10/9).

Desakan Usut Tuntas dan Tindakan Tegas

Mafirion meminta aparat keamanan bergerak cepat mengungkap dalang dan pelaku penembakan. Ia menegaskan, pengusutan tidak boleh berhenti di tengah jalan. "Usut tuntas siapa pelakunya dan berikan tindakan tegas kepada para pelaku yang terbukti melakukan penembakan," kata politikus PKB itu.

Ia juga mengingatkan bahwa kejadian serupa bukan yang pertama kali dilakukan kelompok bersenjata di wilayah tersebut. Pola kekerasan yang berulang, menurutnya, menunjukkan perlunya respons negara yang lebih serius dan terukur.

Rasa Aman Warga Sipil Jadi Taruhan

Bagi Mafirion, persoalan ini tidak sekadar soal tiga nyawa yang melayang. Yang lebih mengkhawatirkan adalah dampaknya terhadap rasa aman warga sipil yang tinggal dan bekerja di kawasan konflik. Mereka hidup dalam bayang-bayang ancaman setiap hari.

"Kalau tidak ada tindakan tegas dan terukur terhadap pelaku, masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut dan warga sipil yang bertugas di sana akan terus hidup dalam rasa takut," tegasnya.

Warga sipil, lanjut Mafirion, selalu menjadi pihak paling rentan dalam setiap gelombang kekerasan bersenjata. Mereka tidak memegang senjata, tidak terlibat konflik, tetapi justru kehilangan nyawa, kehilangan anggota keluarga, dan kehilangan rasa aman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Negara Diminta Hadir Melindungi Warga

Mafirion menutup pernyataannya dengan seruan agar negara hadir memberikan perlindungan nyata bagi seluruh warga negara, di mana pun mereka berada. Menurutnya, hak atas rasa aman adalah hak yang sama bagi semua orang Indonesia, termasuk mereka yang bertugas di daerah terpencil dan rawan konflik.

"Mau sampai kapan kita membiarkan warga negara di sana hidup dalam rasa takut karena teror demi teror yang mereka alami? Negara harus hadir memberikan perlindungan," pungkasnya.

Penembakan tiga petugas Dinas Pertanian Jayawijaya menambah daftar panjang insiden kekerasan terhadap warga sipil di wilayah Papua Pegunungan. Tekanan kini mengarah ke aparat keamanan untuk membuktikan kemampuan mereka mengungkap kasus ini secara tuntas, sekaligus memastikan petugas pelayanan publik bisa bekerja tanpa ancaman di lapangan.

Reporter: Mukhtar Latif
Sumber: voi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top