MEDAN — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara menggandeng Korea Selatan untuk mengembangkan sektor kesehatan daerah. Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan langsung oleh Gubernur Muhammad Bobby Afif Nasution bersama Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Yoon Soongu, di ruang kerja gubernur, Lantai 10 Kantor Gubernur, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Selasa (8/9/2026) malam.
Gubernur Bobby menyebut kerja sama ini sejalan dengan program prioritas nasional yang digariskan Presiden Prabowo Subianto. "Seperti juga Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto menjadikan sektor kesehatan sebagai satu dari sekian program prioritas nasional. Kami juga di Sumatera Utara melakukan hal yang sama," ujarnya.
Kerja sama tersebut dinilai mampu meningkatkan fasilitas dan kualitas pelayanan rumah sakit di daerah. Selain itu, langkah ini diharapkan memperkuat posisi Sumut sebagai tujuan layanan kesehatan di kawasan barat Indonesia.
Bobby memaparkan target nasional hingga 2029 adalah memastikan setiap kabupaten/kota memiliki rumah sakit yang memadai. Pemprov Sumut telah memulai program peningkatan fasilitas puskesmas sejak 2026 dan akan terus dikembangkan hingga tingkat kecamatan.
"Kami juga mendorong pembangunan RS daerah (RSUD) bagi (daerah) yang belum memiliki rumah sakit, dengan bantuan keuangan," sebut Bobby. Langkah ini menyasar masyarakat yang tinggal jauh dari pusat kota agar tetap mendapat layanan kesehatan berkualitas, termasuk rawat inap.
Perhatian juga diberikan pada rumah sakit yang telah berdiri, khususnya dari sisi fasilitas, pelayanan, dan sumber daya manusia (SDM). Hal ini sejalan dengan inisiasi Pemprov Sumut mengembangkan kawasan kesehatan di Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang.
"Sumatera Utara memiliki RS Haji, RS Jiwa, RS Mata dan Paru. Kami ingin seluruh fasilitas tersebut terus dikembangkan agar mampu memberikan pelayanan yang lebih baik," jelas Bobby Nasution.
Kerja sama dengan Korea Selatan merupakan inisiatif yang telah lama didorong Pemprov Sumut. Sejak awal menjabat, sejumlah pembahasan terkait kerja sama ini telah dilakukan.
Gubernur berharap implementasi kerja sama berjalan transparan dan terhindar dari isu negatif, termasuk dugaan korupsi. "Kami berharap kerja sama ini menjadi contoh yang baik, serta bermanfaat nyata bagi masyarakat," kata Bobby.
Menanggapi hal itu, Duta Besar Yoon Soongu menyatakan negaranya memiliki komitmen membantu negara berkembang. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai skema, termasuk pinjaman, bantuan, serta investasi di Indonesia.
"Targetnya, kerja sama ini dapat terus bersinergi dan segera diwujudkan dalam bentuk proyek nyata. Kami juga berharap langkahnya berjalan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat," pungkasnya.
Pertemuan tersebut kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan MoU terkait pembangunan bidang kesehatan di Sumatera Utara.