Program Bayi Tabung Makin Akurat, Teknologi AI Bantu Seleksi Embrio Terbaik

Penulis: Hamzah Effendi  •  Rabu, 02 September 2026 | 20:00:31 WIB
Klinik Blastula IVF Siloam Sriwijaya mencatat tingkat kehamilan klinis mencapai 64 persen, melampaui rata-rata global sebesar 35 persen.

SUMATERA UTARA — Perjalanan menjalani program hamil memang penuh pertimbangan, Moms. Mulai dari kondisi medis, kualitas sel telur, hingga strategi terapi yang tepat. Kabar baiknya, teknologi di bidang fertilitas terus berkembang dan kini hadir untuk membantu pasangan mendapatkan keturunan dengan lebih akurat.

Angka Keberhasilan yang Menembus Rata-rata Dunia

Klinik Blastula IVF Siloam Sriwijaya mencatatkan clinical pregnancy rate (tingkat kehamilan klinis) mencapai 64 persen. Angka ini jauh di atas standar global yang berkisar di angka 35 persen.

Sejak 2021 hingga kini, klinik yang sama telah membantu proses kelahiran sekitar 600 bayi. Capaian ini menunjukkan bahwa kombinasi teknologi dan penanganan medis yang tepat mampu memberi harapan nyata bagi pasangan yang menanti buah hati.

Bagaimana AI Bekerja Memilih Embrio?

Selama ini, penilaian embrio dilakukan lewat pengamatan morfologi—melihat bentuk dan tingkat perkembangannya menggunakan sistem grading. Namun metode ini belum tentu menggambarkan potensi penuh dari embrio tersebut.

Kini ada time-lapse incubator, inkubator yang memungkinkan perkembangan embrio dipantau langsung selama proses kultur. Data pola perkembangan ini lalu dianalisis dengan bantuan artificial intelligence (AI).

Head of Blastula IVF Siloam Sriwijaya, dr. M. Aerul Chalak Alibasya, SpOG, Subsp. FER, MIGS, menjelaskan bahwa AI akan mengeluarkan scoring system berdasarkan morfokinetik dan morfologi embrio.

"Jadi akan muncul suatu prediksi dari AI berdasarkan morfokinetik dan juga morfologi selama perkembangan embrio di dalam time-lapse incubator, score yang kemungkinan besar akan menjadi implant dan bakal jadi baby," jelasnya.

Keamanan Proses Juga Jadi Prioritas Utama

Selain seleksi embrio, sistem electronic witnessing juga diterapkan untuk memperkuat keamanan laboratorium. Teknologi ini menggunakan identifikasi berbasis RFID dan kode data matriks untuk memverifikasi identitas setiap embrio.

Sistem ini bekerja mulai dari proses fertilisasi, kultur, kriopreservasi, pencairan, hingga transfer embrio. Jika terjadi ketidaksesuaian, sistem langsung memberikan peringatan, sehingga risiko kesalahan identifikasi bisa diminimalkan.

"Setiap tahapan IVF harus dapat ditelusuri dengan baik. Dengan sistem ini, proses identifikasi dan pencatatan dapat dilakukan secara lebih terintegrasi," tambah dr. Chakra.

Teknologi Canggih, tapi Tetap Personal

Terlepas dari kecanggihan teknologi, dokter tetap mempertimbangkan kondisi unik setiap pasien. Faktor seperti usia ibu, jumlah dan kualitas sel telur, serta cadangan ovarium menjadi penentu strategi terapi.

Artinya, keberhasilan program bayi tabung tidak semata-mata bergantung pada kecanggihan alat. Kualitas laboratorium, quality control, pengalaman tim medis, dan strategi yang disesuaikan dengan kondisi pasien sama pentingnya.

Kapan Sebaiknya Konsultasi ke Dokter Fertilitas?

Bagi pasangan yang sudah berusaha selama satu tahun tanpa hasil (atau enam bulan jika usia ibu di atas 35 tahun), konsultasi dengan dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi subspesialis Fertilitas Endokrinologi Reproduksi menjadi langkah yang bijak.

Pasangan bisa berkonsultasi di Siloam International Hospitals untuk menentukan rencana program kehamilan yang tepat. Dokter akan menjelaskan peluang keberhasilan sejak awal agar perjalanan IVF terasa lebih transparan.

"Yang paling penting adalah transparansi. Kita harus dapat menjelaskan kepada pasien sejak awal mengenai peluang mereka, dan bagaimana strategi terapi yang dapat dilakukan. Dengan begitu, pasien memahami bahwa perjalanan IVF mungkin tidak selalu selesai dalam satu kali percobaan," tutup dr. Chakra.

Memilih teknologi terbaik memang penting, tapi pendampingan yang personal dan informasi yang jujur dari tim medis justru menjadi pegangan utama Moms dalam menjalani setiap tahap program kehamilan.

Reporter: Hamzah Effendi
Sumber: health.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top