Gunung Sinabung Siaga Level III, 176 Personel Polda Sumut Dikerahkan dan 15.000 Masker Dibagikan

Penulis: Khairunas Ibrahim  •  Selasa, 01 September 2026 | 22:32:01 WIB
Petugas gabungan menyiagakan 176 personel Polda Sumut untuk mengamankan wilayah rawan dan membantu evakuasi warga terdampak erupsi Gunung Sinabung.

KARO — Status Siaga Gunung Sinabung memaksa petugas gabungan bergerak cepat. Erupsi yang terjadi Senin (31/8) membuat radius bahaya diperluas hingga enam kilometer dari pusat aktivitas, dengan risiko lontaran material tertinggi berada di radius tiga kilometer.

Belum ada laporan korban jiwa hingga Selasa (1/9). Namun, warga di dua desa, Payung dan Kuta Tengah, menjadi prioritas karena berpotensi terdampak awan panas.

Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi, Tremor Terekam

Pemantauan pukul 06.00–12.00 WIB menunjukkan asap kawah berwarna putih hingga kelabu setinggi 50–600 meter. Abu vulkanik bergerak ke arah timur hingga tenggara.

Aktivitas kegempaan tercatat sembilan gempa hembusan dan enam gempa vulkanik dalam. Tremor menerus juga terekam dengan amplitudo dominan sekitar dua milimeter.

176 Personel Gabungan Ditempatkan di Titik Strategis

Polda Sumut menyiagakan 92 personel Brimob dan 80 personel Samapta. Empat personel kesehatan tambahan disiapkan untuk mendukung penanganan masyarakat terdampak.

Mereka bertugas mengamankan wilayah rawan, mengatur mobilitas warga, membantu evakuasi, dan menyampaikan informasi resmi. Selain kepolisian, sekitar 550 personel gabungan dari TNI dan Pemerintah Kabupaten Karo turut dikerahkan—500 di antaranya dari TNI.

Masker 15.000 Dibagikan, Sekolah Diliburkan Dua Hari

Petugas melakukan penyiraman kawasan terdampak abu vulkanik dan membagikan 15.000 masker. Sekolah di wilayah terdampak diliburkan selama dua hari sebagai langkah perlindungan.

Warga diimbau memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan dan membatasi kegiatan terbuka. Mereka yang mengalami gangguan pernapasan diminta segera memeriksakan diri.

Radius Aman 6 Kilometer, Kawasan Lau Kawar Ditutup

Dengan status Siaga, radius aman ditetapkan hingga enam kilometer dari pusat aktivitas. Kawasan Lau Kawar dan kebun anggur ditutup sementara untuk mengurangi risiko.

"Untuk menghindari jatuhnya korban luka dan jiwa, kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama," ujar Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, Selasa (1/9).

Posko Terpadu di Koramil 04/Simpang Empat

Pemerintah bersama unsur gabungan menyiapkan dapur lapangan, logistik, dan pelayanan kesehatan. Jalur evakuasi, kendaraan, titik kumpul, serta lokasi pengungsian terus diperiksa secara berkala.

Posko terpadu ditempatkan di Kantor Koramil 04/Simpang Empat sebagai pusat koordinasi. Posko ini mengelola pemantauan situasi, pelayanan masyarakat, hingga langkah penanganan lanjutan.

Trunoyudo mengingatkan warga hanya menjadikan informasi resmi dari PVMBG, pemerintah daerah, BPBD, dan petugas lapangan sebagai rujukan. "Kami meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi. Ikuti arahan petugas dan segera menuju lokasi aman apabila terdapat perintah evakuasi," katanya.

Reporter: Khairunas Ibrahim
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top