Satuan Brimob Polda Sumatera Utara (Sumut) menempatkan 100 personel di sejumlah titik strategis di kaki Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, guna mengantisipasi kondisi darurat erupsi yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Penyiagaan ini dilakukan untuk memperkuat pemantauan aktivitas gunung dan mendukung tugas evakuasi warga di radius tiga kilometer. Langkah ini menyusul status Gunung Sinabung yang telah dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) sejak Senin (31/8).
MEDAN — Seratus personel Satuan Brimob Polda Sumut kini disiagakan di sejumlah titik di sekitar lereng Gunung Sinabung, Kabupaten Karo. Mereka ditempatkan untuk mendukung tugas bawah kendali operasi (BKO) Polres Tanah Karo sekaligus memastikan respons cepat bila situasi darurat terjadi.
Komandan Satuan Brimob Polda Sumut Kombes Pol M Rendra Salipu menyebutkan personel ditempatkan di posko-posko yang tersebar di area rawan. Penempatan ini difokuskan untuk memantau perkembangan aktivitas vulkanik dan kesiapan membantu warga.
Personel disebar di Posko Simpang 3 Kuta Kicap dan Posko Kuta Gugung. Selain itu, tim randurlap juga disiapkan di Posko SD Suka Debi untuk memperkuat pengawasan di lapangan.
"Kegiatan itu sebagai upaya mendukung tugas bawah kendali operasi (BKO) Polres Tanah Karo, sekaligus kesiapan menghadapi kondisi darurat apabila sewaktu-waktu diperlukan," ujar Rendra dalam keterangan yang diterima di Medan, Selasa.
Kesiapsiagaan personel diarahkan untuk mendukung pemantauan aktivitas erupsi Gunung Sinabung, khususnya pada radius tiga kilometer dari puncak. Personel juga disiapkan untuk mendukung tugas SAR dan membantu masyarakat bila situasi membutuhkan penanganan lebih lanjut.
"Kesiapsiagaan diarahkan untuk mendukung pemantauan aktivitas erupsi Gunung Sinabung, khususnya dalam radius 3 kilometer, serta mendukung tugas SAR dan membantu masyarakat apabila sewaktu-waktu situasi membutuhkan penanganan," katanya.
Selain personel, Brimob Sumut juga menyiapkan sarana pendukung seperti kendaraan operasional, kendaraan angkut personel, tenda lapangan, serta perlengkapan lainnya. Seluruh personel dan perlengkapan dipastikan dalam kondisi aman dan siap digunakan.
Personel kini melaksanakan siaga di posko masing-masing sambil terus memantau perkembangan situasi di lapangan.
Kehadiran personel ini menjadi wujud kesiapan Polri untuk hadir di tengah masyarakat Karo, memberikan rasa aman sekaligus memastikan bantuan dapat segera diberikan apabila dibutuhkan.
Kenaikan status Gunung Sinabung dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) sejak Senin (31/8) mendorong Pemerintah Kabupaten Karo mengevakuasi warga dari dua desa. Kedua desa tersebut adalah Desa Kuta Tengah di Kecamatan Simpang Empat dan Desa Payung di Kecamatan Payung.
Kebijakan evakuasi ini dilakukan sebagai langkah antisipasi menyusul peningkatan aktivitas vulkanik dan perluasan zona bahaya gunung berdasarkan rekomendasi Badan Geologi.