Anggaran Terbatas, Bupati Mandailing Natal Saipullah Nasution Minta Pejabat Cari Investor dan Jalin Kerja Sama Daerah Lain

Penulis: Syafruddin Amir  •  Senin, 31 Agustus 2026 | 22:30:34 WIB
Bupati Mandailing Natal Saipullah Nasution menyampaikan arahan kepada sembilan pejabat yang baru dilantik di Panyabungan, Senin (31/8).

Pemkab Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, menghadapi keterbatasan fiskal yang menuntut jajaran pejabat pimpinan tinggi pratama mencari terobosan pembangunan. Bupati Saipullah Nasution pun mendorong para pejabatnya untuk berinovasi serta membuka kerja sama dengan investor dan daerah lain. Arahan itu disampaikan saat pelantikan sembilan pejabat di Panyabungan, Senin (31/8).

PANYABUNGAN — Kondisi keuangan daerah yang tengah tertekan kebijakan efisiensi anggaran menjadi tantangan utama bagi jajaran birokrasi di Mandailing Natal. Bupati Saipullah Nasution menegaskan pemerintah tidak bisa lagi bergantung penuh pada anggaran daerah dalam menjalankan pembangunan.

"Kondisi keuangan daerah sedang tidak baik-baik saja," kata Saipullah dalam sambutannya.

Efisiensi anggaran yang berlaku sejak 2025 dan berlanjut pada 2026 membuat setiap perangkat daerah dituntut berpikir lebih strategis. Menurut bupati, jabatan pimpinan tinggi pratama yang diemban bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah untuk mencari solusi di tengah keterbatasan.

Dorongan Buka Ruang Komunikasi dengan Investor

Saipullah meminta para pejabat yang baru dilantik untuk aktif menjajaki peluang kerja sama dengan investor. Langkah ini dinilai mampu membantu menutup celah fiskal sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.

"Investor mana yang bisa kita undang ke sini untuk bisa bekerja sama untuk menutupi kekurangan fiskal kita. Lakukan, buka ruang komunikasi," ujarnya.

Ia mengingatkan pola pikir pejabat harus berubah dari sekadar menjalankan rutinitas birokrasi menjadi pengambil kebijakan yang berorientasi pada hasil. "Anda-anda saat ini sudah menjadi Pejabat Tinggi Pratama, tentu cara berpikirnya tidak lagi di middle, tidak lagi di lower, tapi di high, di tingkat pimpinan," tegasnya.

Contoh Kolaborasi dari Daerah Lain

Pengalaman mengikuti Apkasi Otonomi Expo 2026 di ICE BSD Tangerang menjadi modal bagi Saipullah untuk mendorong kerja sama antardaerah. Dalam forum tersebut, ia menemukan banyak peluang yang bisa ditiru oleh Madina.

Salah satunya adalah potensi kerja sama di sektor pertanian dengan daerah yang mampu menghasilkan produksi padi hingga 12 ton per hektare. Saipullah menyebut pertukaran pengetahuan dan teknologi bisa menjadi kunci peningkatan produktivitas.

"Kita bisa bertukar ilmu pengetahuan, bertukar teknologi, bibit apa yang digunakan, bagaimana cara merawat tanamannya, bagaimana cara panennya, bagaimana dia mengolah berasnya sehingga dia bisa dapat 12 ton per hektare," katanya.

Ia juga menyoroti daerah lain yang memiliki peternakan ayam petelur dengan populasi sekitar 15 juta ekor dan telah menjalin kerja sama dengan 48 daerah. Pola kolaborasi semacam ini menunjukkan bahwa keterbatasan anggaran tidak menghalangi pembangunan jika ada kemauan membangun jaringan.

"Uang terbatas, anggaran kita terbatas, tapi kalau kita komunikasi, memanfaatkan dengan lebih baik teknologi, saya yakin Saudara-saudara bisa jauh lebih hebat daripada yang lain," ujarnya.

Jabatan adalah Amanah dan Pengabdian

Di akhir sambutannya, Saipullah mengingatkan para pejabat bahwa jabatan yang diemban merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Ia meminta seluruh pihak bekerja dengan sungguh-sungguh dan ikhlas.

"Yang penting kita serius, kita lakukan dengan ikhlas, tulus, bahwa ini adalah pengabdian, pelayanan kepada masyarakat," katanya.

Ia turut mengingatkan sumpah jabatan yang telah diucapkan dengan disertai Al-Qur'an. Menurutnya, setiap tindakan pejabat selalu disaksikan oleh Allah SWT.

"Sudah disumpahkan, sudah diikrarkan demi Allah dengan disertai Al-Qur'an. Ingat, apa yang Saudara lakukan selalu disaksikan oleh Allah SWT," ujarnya.

Reporter: Syafruddin Amir
Sumber: sumut.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top