Desa Adat Sade Lombok Terbakar, 75 Rumah Adat dan 69 Artshop Rusak

Penulis: Khairunas Ibrahim  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 20:52:01 WIB
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana meninjau lokasi kebakaran di Desa Adat Sade, Lombok Tengah, NTB, Jumat (28/8/2026).

SUMATERA UTARA — Desa Adat Sade, salah satu ikon wisata budaya di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), tengah berbenah setelah kebakaran melanda kawasan tersebut pada 27 Agustus 2026. Peristiwa ini tidak hanya merusak bangunan tradisional, tetapi juga melumpuhkan denyut ekonomi warga yang menggantungkan hidup pada sektor pariwisata. Data sementara mencatat, 189 kepala keluarga menjadi korban dan 320 pelaku pariwisata terdampak langsung.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana hadir langsung ke lokasi untuk bertemu warga, mulai dari ibu-ibu penenun hingga kepala desa. "Saya ingin mendengar keluhan dan kebutuhan mereka," ujarnya dalam rilis yang diterima Jumat (28/8/2026). Kunjungan ini menjadi titik awal penyusunan rencana pemulihan jangka menengah dan panjang.

Kerusakan yang Terjadi di Desa Adat Sade

Tim lapangan dari Politeknik Pariwisata Lombok bersama Pemerintah Provinsi NTB dan Kabupaten Lombok Tengah mendata kerusakan secara detail. Selain rumah adat dan artshop, api juga menghanguskan fasilitas penunjang wisata yang menjadi ciri khas desa.

  • 75 rumah adat
  • 69 artshop atau toko kerajinan
  • 8 lumbung alang
  • 4 berugak sekenam dan 6 berugak sakepat
  • 1 menara pantau
  • 1 Bale Beleq yang berfungsi sebagai museum

Rencana Rekonstruksi dan Keterlibatan Warga

Pemerintah tidak ingin sekadar membangun kembali bangunan yang rusak. Ada komitmen kuat untuk mempertahankan karakter arsitektur tradisional Sasak yang menjadi identitas desa. Sebuah tim kerja lintas kementerian dan lembaga akan dibentuk untuk mendata warga dan pekerja terdampak secara terperinci, sehingga bantuan dapat disalurkan tepat sasaran.

Master plan rekonstruksi akan disusun bersama masyarakat adat. "Mudah-mudahan melalui upaya, kolaborasi, dan gotong royong seluruh pihak, kita bisa bersama-sama membangun kembali desa ini. Tentunya masyarakat desa sendiri harus dilibatkan dalam seluruh prosesnya," tegas Menpar Widi.

Selain bangunan, pemerintah menyiapkan sistem proteksi kebakaran terintegrasi melalui titik-titik APAR komunal yang menyatu dengan estetika desa. Embung atau penampungan air darurat, amenitas, sanitasi, dan pengelolaan sampah juga masuk dalam rancangan pembangunan.

Program Pemulihan Ekonomi dan Sosial Warga

Pemulihan tidak hanya fokus pada infrastruktur. Pemerintah menyiapkan program rumah layak tinggal, melanjutkan pembangunan 40 unit yang telah ada sebelumnya. Pada tahap tanggap darurat, kebutuhan dasar warga seperti stok makanan dan dapur umum telah disiapkan, melibatkan Politeknik Pariwisata Lombok, BNPB, TNI, Polri, dan Palang Merah Indonesia.

Pemberdayaan masyarakat menjadi prioritas berikutnya. Trauma healing bagi korban, pelatihan tanggap darurat dan evakuasi wisatawan bagi Kelompok Sadar Wisata, serta pendampingan pengembangan usaha akan dijalankan. Bantuan alat tenun juga diberikan agar ibu-ibu penenun dapat kembali beraktivitas dan menjaga tradisi.

Untuk menjaga denyut wisata, pemerintah merencanakan pembangunan museum sementara dan masjid. Museum ini akan menjadi ruang bagi wisatawan untuk mengenal sejarah dan budaya masyarakat Sasak. Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan arahan pemerintah pusat menjadi dasar penyusunan rekonstruksi dalam jangka menengah dan panjang.

Target Pemulihan Sebelum MotoGP Mandalika

Pembangunan berbagai fasilitas ditargetkan rampung menjelang kunjungan wisatawan pada momen MotoGP Mandalika. Warga Sade berkomitmen mempertahankan bentuk tradisional rumah adat dalam proses pembangunan kembali. Dukungan dari pemerintah, donatur, pelaku usaha, dan masyarakat luas diharapkan dapat mempercepat pemulihan aktivitas ekonomi serta pariwisata desa.

Bagi Anda yang berencana berkunjung ke Lombok, keberadaan Desa Adat Sade tetap menjadi destinasi budaya yang penting. Proses rekonstruksi ini justru menjadi momen untuk menyaksikan ketangguhan dan gotong royong masyarakat Sasak. Informasi terkini mengenai kondisi kunjungan dapat dikonfirmasi melalui dinas pariwisata setempat.

Reporter: Khairunas Ibrahim
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top