Lomba Doding Urdou-urdou Meriahkan Hari Anak Nasional di Pematangsiantar, 54 Peserta dari Seluruh Kelurahan

Penulis: Khairunas Ibrahim  •  Senin, 27 Juli 2026 | 20:50:31 WIB
Puluhan peserta mengikuti Lomba Doding Urdou-urdou dalam peringatan Hari Anak Nasional ke-42 di Balai Bolon Lapangan Adam Malik, Pematangsiantar, Senin (27/7).

PEMATANGSIANTAR — Lomba Doding Urdou-urdou menjadi daya tarik utama peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 di Kota Pematangsiantar. Kegiatan yang berlangsung di Balai Bolon Lapangan Adam Malik pada Senin (27/7) itu diikuti oleh puluhan peserta yang mewakili kelurahan masing-masing.

Apa Itu Doding Urdou-urdou?

Doding Urdou-urdou adalah tradisi nyanyian pengantar tidur yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Simalungun. Liriknya berisi doa dan harapan bagi anak, dinyanyikan dengan nada lembut saat menidurkan bayi atau balita.

Lomba ini digelar sebagai upaya melestarikan budaya lokal di tengah gempuran budaya asing. Pemkot Pematangsiantar bersama TP PKK setempat menggandeng Tanoto Foundation sebagai mitra dalam penyelenggaraan acara tersebut.

Wali Kota: Tradisi Ini Punya Makna Mendalam untuk Pengasuhan Anak

Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, menegaskan bahwa Doding Urdou-urdou bukan sekadar nyanyian biasa. "Tradisi Urdou-urdou bukan sekadar nyanyian pengantar tidur, namun memiliki makna mendalam sebagai pengasuhan anak penuh kasih sayang," ujarnya dalam sambutan.

Menurutnya, momen peringatan HAN tahun ini harus menjadi penguat komitmen bersama dalam melindungi hak-hak anak sekaligus melestarikan budaya lokal. Ia menyebut hal itu sebagai langkah mempersiapkan Generasi Emas Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Sinergi Pemkot dengan Tanoto Foundation untuk Kualitas Pengasuhan

Pemkot Pematangsiantar berkomitmen memperkuat kualitas pengasuhan anak melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Tanoto Foundation menjadi salah satu mitra pembangunan yang diajak bekerja sama dalam program ini.

Ketua Panitia, Rasta Elya Ginting, menyampaikan bahwa sinergi tersebut merupakan langkah nyata untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini, memperkuat peran keluarga, serta memastikan setiap anak mendapat haknya untuk tumbuh, belajar, bermain, dan berkembang secara optimal.

Dewan Juri Terdiri dari Budayawan dan Komposer Simalungun

Lomba Doding Urdou-urdou dinilai langsung oleh tiga orang dewan juri yang kompeten di bidangnya. Mereka adalah Hotman Damanik, budayawan yang juga arsitek Monumen Sangnaualuh Damanik; Mannes Purba, komposer Simalungun; dan Jayamin Sipayung, budayawan.

Kehadiran para juri ini diharapkan mampu menjaga autentisitas tradisi Doding Urdou-urdou sekaligus memberikan apresiasi kepada peserta yang mampu membawakan nyanyian dengan baik dan benar sesuai pakem budaya Simalungun.

Reporter: Khairunas Ibrahim
Sumber: sumut.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top