PANYABUNGAN — Kabupaten Mandailing Natal (Madina) bakal memiliki koneksi udara langsung ke Bandara Kualanamu dalam waktu dekat. Lion Air Group bersama Pemerintah Kabupaten Madina telah mematangkan seluruh persiapan operasional untuk rute Kualanamu–Panyabungan yang dijadwalkan terbang perdana pada 1 Agustus 2026.
Kepastian itu diperoleh setelah delegasi manajemen Lion Air Group melakukan audiensi dengan Bupati Madina Saipullah Nasution di ruang kerjanya, Rabu (15/7). Pertemuan itu membahas kesiapan teknis dan operasional di Bandar Udara Jenderal Besar AH. Nasution.
Area Manager Lion Air Group Juli Aspita mengungkapkan, pihaknya sudah membuka sistem reservasi tiket menuju Mandailing Natal sejak beberapa hari terakhir. Untuk tahap awal, penerbangan akan dilayani oleh Wings Air dengan jadwal tiga kali seminggu, yakni setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu.
Rute Kualanamu menuju Panyabungan dijadwalkan berangkat pukul 13.00 WIB dan tiba pukul 14.20 WIB. Sementara itu, penerbangan sebaliknya dari Panyabungan ke Kualanamu akan berangkat pukul 14.45 WIB dan tiba pukul 16.05 WIB.
"Tarif tiket yang kami tetapkan saat ini sekitar Rp1,2 juta, lebih kompetitif dibandingkan rute Sibolga yang berada di kisaran Rp1,5 juta maupun daerah lain seperti Toli-Toli yang dapat mencapai Rp2 juta," ujar Juli dalam keterangannya.
Lion Air Group berharap tingkat keterisian penumpang atau load factor bisa optimal sejak awal operasional. Untuk itu, maskapai meminta dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal dalam mempromosikan dan mendorong masyarakat menggunakan moda transportasi udara ini.
Bupati Madina Saipullah Nasution menyambut baik realisasi rute penerbangan tersebut. Ia mengaku, permohonan untuk membuka jalur udara ini sudah diajukan sejak tahun lalu.
"Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat, kami menyampaikan terima kasih atas realisasi permohonan yang telah kami ajukan sejak tahun lalu. Alhamdulillah, saat ini telah ada kepastian jadwal operasional seiring dengan terbitnya izin penerbangan dan izin rute," kata Saipullah.
Bupati menambahkan, Pemkab Madina sebelumnya telah berkoordinasi dengan sejumlah kepala daerah di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) untuk mengoptimalkan pemanfaatan transportasi udara ini. Kehadiran penerbangan komersial diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah, mempercepat mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.
Pada akhir pertemuan, Lion Air Group menyerahkan cenderamata berupa miniatur pesawat Wings Air kepada Bupati Madina sebagai simbol dimulainya kolaborasi antara kedua pihak.