Anggota DPRD Sumut Berkat Laoli Minta Pemprov Tidak Efisiensi Anggaran Budaya di PRSU ke-50, Nias Selatan Tampilkan Hombo Batu

Penulis: Khairunas Ibrahim  •  Selasa, 14 Juli 2026 | 10:36:31 WIB
Ribuan pengunjung PRSU ke-50 menyaksikan atraksi Hombo Batu atau lompat batu khas Nias di Panggung Keong Tapian Daya, Medan, Sabtu malam.

MEDAN — Panggung Keong Tapian Daya di Jalan Gatot Subroto berubah menjadi panggung budaya Kepulauan Nias pada Sabtu malam. Ribuan pengunjung PRSU ke-50 disuguhkan atraksi mulai dari tari kreasi, Maena, hingga Hombo Batu atau lompat batu khas Nias yang mendapat sambutan meriah. Namun di balik kemeriahan itu, politisi dari Daerah Pemilihan Kepulauan Nias ini menyampaikan pesan keras ke pemerintah provinsi.

Mengapa Berkat Laoli Minta Anggaran Tidak Dipotong?

Pdt Berkat Laoli menilai dana yang dikelola Dinas Pariwisata di setiap kabupaten dan kota tidak boleh diefisiensi untuk ajang PRSU. “Dana yang dikelola oleh Dinas Pariwisata di kabupaten kota jangan di efisiensi untuk acara ini sehingga mereka bisa berekspektasi menampilkan budaya-budaya atau hal-hal yang lebih spektakuler, karena event ini butuh anggaran,” tegasnya di hadapan Bupati Nias Selatan Sokhiatulo Laia dan Wakil Bupati Yusuf Nache yang turut hadir.

Menurutnya, PRSU bukan sekadar pameran dagang, tetapi menjadi panggung promosi pariwisata dan budaya daerah. Jika anggaran dipotong, kabupaten dan kota tidak bisa maksimal menampilkan potensi masing-masing. Padahal, event tahunan ini bisa menjadi daya tarik wisatawan domestik dan mancanegara untuk datang ke Sumatera Utara.

Bupati Nias Selatan: Pariwisata Jadi Andalan Ekonomi Daerah

Bupati Nias Selatan Sokhiatulo Laia menyampaikan apresiasi kepada panitia PRSU yang memberi ruang bagi daerahnya untuk tampil. Ia berkomitmen mengembangkan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, dan pelestarian budaya sebagai strategi pembangunan daerah. “Kami mengajak seluruh masyarakat Sumatera Utara, wisatawan Nusantara maupun Mancanegara, untuk berkunjung ke Nias Selatan menikmati keindahan alamnya, mengenal budayanya dan merasakan langsung keramahan masyarakatnya,” ujarnya.

Malam Pesona Nias Selatan juga menghadirkan atraksi Famadaya Harimao dan hiburan dari artis-artis Kepulauan Nias. Acara ini dihadiri Pj Sekda Nias Selatan Amsarno S. Sarumaha, Wakil Ketua dan anggota DPRD Nias Selatan, serta Ketua Dewan Kesenian Sumut dan Ketua Dewan Kebudayaan Sumut.

Apa yang Bakal Terjadi Jika Anggaran Tetap Dipotong?

Berkat Laoli mengingatkan bahwa kualitas penampilan budaya sangat bergantung pada besaran dana yang tersedia. Jika efisiensi tetap dilakukan, dikhawatirkan daerah-daerah lain akan kesulitan menghadirkan atraksi spektakuler seperti Hombo Batu yang menjadi ikon Nias Selatan. Ia berharap Pemprov Sumut mempertimbangkan kembali kebijakan anggaran untuk PRSU mendatang agar event ini terus meningkat dari tahun ke tahun.

Pekan Raya Sumatera Utara ke-50 sendiri masih akan berlangsung hingga beberapa pekan ke depan dengan jadwal penampilan dari kabupaten dan kota lainnya. Masyarakat yang ingin menyaksikan langsung ragam budaya Sumut bisa datang ke lokasi di Jalan Gatot Subroto, Medan.

Reporter: Khairunas Ibrahim
Sumber: asarpua.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top