PEMATANGSIANTAR — Sekda Pematangsiantar, Junaedi Sitanggang, dengan tegas membantah pernyataan yang menyebut Wali Kota Wesly Silalahi merasa tercederai atas pembentukan Pansus Eks Rumah Singgah Covid-19. Bantahan ini disampaikan langsung melalui pesan WhatsApp, Senin (13/7/2026).
“Nggak ada cerita seperti itu, wak,” ujar Junaedi Sitanggang dalam pesannya.
Sebelumnya, Ketua Fraksi Nasdem DPRD Pematangsiantar, Tongam Pangaribuan, menyampaikan ketersinggungannya di hadapan wartawan. Tongam mengklaim bahwa Sekda Junaedi menyampaikan pesan dari wali kota yang menyebutkan perasaan tercederai dan ternodai dengan kerja Pansus.
Pernyataan Tongam itu disampaikan di Ruangan Komisi III DPRD Pematangsiantar. Saat itu, ia bersama sejumlah ketua fraksi lain, yakni Ilham Sinaga (Fraksi Demokrat), Hajja Rini Silalahi (Fraksi Golkar Indonesia), dan Chairuddin Lubis (Fraksi Gerindra).
Pernyataan Tongam muncul saat Fraksi Nasdem menolak membahas Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Wali Kota Pematangsiantar atas Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025. Penolakan ini dikaitkan dengan dinamika politik terkait Pansus Eks Rumah Singgah.
Bantahan dari Sekda Junaedi sekaligus meluruskan narasi yang beredar di kalangan anggota dewan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi lebih lanjut dari Wali Kota Wesly Silalahi terkait polemik ini.