UKM Taekwondo USU Borong 18 Medali di Sumut National Taekwondo Championship 2026, 9 di Antaranya Emas

Penulis: Ramli Ahmad  •  Rabu, 01 Juli 2026 | 22:14:01 WIB
Atlet UKM Taekwondo USU meraih 18 medali dalam Sumut National Taekwondo Championship 2026.

MEDAN — Prestasi itu diraih setelah 18 atlet mahasiswa USU bertarung di dua kategori utama, yakni Kyorugi (tarung) dan Poomsae (seni). Kejuaraan tahun ini diikuti sekitar 1.500 atlet dari 10 provinsi di Indonesia, menjadikannya salah satu ajang taekwondo terbesar di Sumatera.

Direktur Kemahasiswaan dan Kealumnian USU, Prof. Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si., menyebut capaian ini sebagai bukti kualitas pembinaan olahraga di lingkungan kampus. "Keberhasilan ini mencerminkan kerja keras, disiplin, dan semangat juang mahasiswa dalam mengembangkan potensi di bidang olahraga," ujarnya dalam rilis yang diterima redaksi, Rabu (1/7).

Latihan 5-6 Kali Seminggu Selama Dua Bulan

Ketua UKM Taekwondo USU, A. Harpindo Ginting, mengungkapkan bahwa persiapan atlet sudah dimulai sejak dua bulan sebelum kompetisi. Intensitas latihan dinaikkan secara bertahap, dari ringan hingga berat, dengan frekuensi lima sampai enam kali per pekan.

"Latihan yang cukup intens dari hari ke hari, intensitas latihannya dari yang ringan hingga ke berat, dan bisa latihan 5-6 kali seminggu dalam kurun 2 bulan," jelas Harpindo.

Tantangan Terberat: Menyeimbangkan Kuliah dan Latihan

Ia mengakui bahwa tantangan terbesar bukan datang dari lawan tanding, melainkan dari jadwal akademik yang berjalan beriringan. Sebagian besar atlet harus tetap mengikuti perkuliahan dan bahkan menjalani ujian akhir semester (UAS) di tengah padatnya jadwal latihan.

"Menerapkan manajemen waktu jadwal kuliah yang padat. Kemarin jadwal UAS kami harus mampu mengimbangi dengan latihan rutin kami," kata Harpindo.

Pesan untuk Atlet Muda: Jangan Takut Keluar dari Zona Nyaman

Di akhir wawancara, Harpindo menyemangati mahasiswa USU dan atlet muda di seluruh Indonesia untuk terus mengembangkan potensi diri. Menurutnya, prestasi bukan hanya soal kemenangan, melainkan proses panjang yang membentuk karakter.

"Tetap semangat untuk seluruh mahasiswa mahasiswi USU dan atlet-atlet muda lainnya. Jangan takut untuk mencoba, berkembang, dan keluar dari zona nyaman. Prestasi itu bukan hanya tentang menang, tapi tentang proses, konsistensi, dan bagaimana kita terus belajar dari setiap pengalaman," tuturnya.

Reporter: Ramli Ahmad
Sumber: usu.ac.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top