TAPANULI UTARA — Sebanyak 514 anak sekolah minggu, 60 guru, dan 57 sahabat anak dari 32 distrik HKBP se-Indonesia mengikuti Jambore Nasional Anak Sekolah Minggu HKBP 2026 di Kompleks Seminarium HKBP Sipoholon. Kegiatan yang berlangsung sejak 24 Juni 2026 ini mengusung tema “Pelita: Pancarkan Iman di Tengah Keluarga”.
Ibadah penutupan dipimpin Kepala Departemen Koinonia HKBP, Pdt. Dr. Deonald Sinaga. Ia merenungkan Yohanes 8:12, mengajak anak-anak menjadi pelita yang memancarkan iman di tengah keluarga.
Bupati Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat menegaskan pembentukan karakter generasi Kristen Batak harus dipupuk sejak dini. “Karakter adalah yang utama. Di sini anak-anak diajari untuk berani berbicara, bernyanyi, bergandengan tangan, dan melipat tangan menyembah Tuhan,” ujarnya.
Pemkab Tapanuli Utara telah berjalan satu tahun memberikan insentif bagi guru sekolah minggu di hampir seluruh sekolah dan gereja. Program ini akan berlanjut.
Bupati menginstruksikan Dinas Pariwisata menginventarisasi agenda nasional dan internasional HKBP untuk diintegrasikan ke agenda resmi pariwisata daerah. Tujuannya mengoptimalkan fasilitas penunjang, termasuk transportasi, serta memperkenalkan narasi sejarah peradaban kekristenan di Tanah Batak kepada peserta dari luar daerah.
Panitia menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Tapanuli Utara atas dukungan penuh, mulai persiapan, fasilitasi tenda, kebersihan, hingga pengerahan tenaga kesehatan. Bupati memastikan seluruh jajaran dikerahkan semaksimal mungkin demi kenyamanan peserta.
Di akhir sambutan, Bupati menitipkan pesan lingkungan. Para guru dan anak sekolah minggu diajak menggalakkan gerakan bebas sampah plastik di lingkungan masing-masing, selaras dengan program kebersihan daerah.