MEDAN — Pemerintah Kota Medan meresmikan Galeri Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) di kompleks Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Medan sebagai pusat promosi dan penjualan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) unggulan. Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas menargetkan galeri ini menjadi ekosistem bisnis baru yang mampu mendongkrak daya saing pelaku UMKM lokal, sekaligus menjadi destinasi belanja utama bagi wisatawan dan warga yang mencari oleh-oleh khas Medan.
Rico Waas, usai meninjau persiapan galeri pada Kamis (25/6), menegaskan bahwa produk yang ditampilkan di galeri tersebut telah melewati proses kurasi secara berjenjang. Langkah ini diambil untuk memastikan hanya produk-produk yang sudah berdaya saing tinggi yang masuk ke etalase utama.
"Kami optimis galeri ini menjadi wadah untuk ekosistem baru UMKM unggulan di Kota Medan," ujar Rico Waas dalam pernyataan yang dikutip dari Antara.
Produk yang dipajang mencakup berbagai kategori, mulai dari fesyen, kriya, seni dan kerajinan tangan, hingga kuliner dan makanan khas yang menjadi ikon Kota Medan. Dengan kata lain, galeri ini dirancang sebagai pusat perbelanjaan satu atap atau one stop shopping.
Selama ini, pelaku UMKM di Medan kerap menghadapi kendala klasik: keterbatasan akses ke ruang pamer dan lokasi strategis untuk menjual produk. Banyak perajin dan pengusaha kuliner kecil yang produknya berkualitas, namun kesulitan bersaing di pasar ritel modern karena biaya sewa tempat yang tinggi.
Galeri Dekranasda di MPP menjawab masalah itu. Dengan berlokasi di pusat pelayanan publik yang setiap hari dikunjungi ratusan warga yang mengurus dokumen kependudukan, perizinan, atau pajak, galeri ini mendapatkan lalu lintas pengunjung secara organik. Tidak perlu biaya promosi besar-besaran, produk UMKM sudah terpajang di etalase yang mudah diakses.
Untuk memastikan galeri ini tidak sekadar proyek seremonial, Rico Waas menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) hingga tingkat kecamatan untuk ikut memantau perkembangan produk dan kesejahteraan para pelaku UMKM yang tergabung.
"Kita ingin pelaku UMKM kita punya tempat berjualan yang nyaman dan mereka yakin tempat ini akan ramai dikunjungi. Mudah-mudahan ini menjadi penyemangat baru buat rekan-rekan pelaku UMKM Medan," ujar Wali Kota.
Langkah ini juga menjadi sinyal bahwa pemerintah kota tidak hanya menyediakan etalase, tetapi juga berkomitmen melakukan pendampingan dan evaluasi secara berkala. Dengan adanya pemantauan dari tingkat kecamatan, diharapkan data perkembangan UMKM bisa lebih akurat dan responsif terhadap kebutuhan pasar.
Langkah Pemkot Medan ini sejalan dengan tren nasional di mana sektor UMKM menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Di Sumatera Utara, khususnya Medan, sektor usaha mikro dan kecil menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan menjadi sumber pendapatan utama bagi ribuan keluarga.
Dengan adanya galeri yang terkurasi, produk-produk lokal tidak hanya bersaing di pasar tradisional, tetapi juga bisa menjangkau konsumen kelas menengah yang datang ke MPP. Hal ini sekaligus memperkuat citra Medan sebagai kota dengan kekayaan kuliner dan kerajinan tangan yang patut dibanggakan.