Pemkab Tapanuli Utara dan PT Taspen Salurkan 1.500 Bibit Durian Musang King ke Petani Parmonangan, Targetkan Perekonomian Baru

Penulis: Syafruddin Amir  •  Kamis, 25 Juni 2026 | 23:08:57 WIB
Wakil Bupati Tapanuli Utara menyerahkan 1.500 bibit durian Musang King kepada petani Parmonangan.

TAPANULI UTARA — Wakil Bupati Tapanuli Utara, Deni Parlindungan Lumbantoruan, secara tegas menyebut bantuan ini sebagai "tabungan masa depan" bagi masyarakat. Dalam sambutannya, Kamis (25/6), ia menekankan bahwa durian Musang King memiliki nilai ekonomi tinggi dan potensi pasar yang sangat baik jika dikelola secara profesional.

"Ini merupakan tabungan masa depan bagi masyarakat. Durian Musang King memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpotensi menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan jika dikelola dengan baik," ujar Deni di hadapan para petani.

Lahan Tidur Jadi Sumber Ekonomi Baru

Pemkab Taput melihat program ini sebagai strategi konkret untuk mengoptimalkan lahan-lahan tidur yang masih tersebar luas di daerah pegunungan Parmonangan. Wakil Bupati mendorong agar lahan kosong yang selama ini tidak produktif segera dialihfungsikan menjadi kebun durian unggulan.

Menurutnya, sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian Tapanuli Utara dengan kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai sekitar Rp5 triliun. Namun, tanpa inovasi komoditas dan optimalisasi lahan, daerah ini akan sulit bersaing dengan kabupaten tetangga yang sudah lebih dulu mengembangkan buah-buahan bernilai jual tinggi.

Bukan Sekadar Bibit, Ada Akses Permodalan

Pemkab Taput tidak berhenti pada penyaluran bibit. Untuk memastikan keberlanjutan usaha tani, pemerintah daerah telah menjalin kerja sama dengan Bank Sumut guna memfasilitasi akses permodalan bagi kelompok tani yang serius dan konsisten mengembangkan usaha perkebunan duriannya.

Langkah ini menjadi penting karena masa tunggu panen durian Musang King yang relatif panjang—biasanya mulai berbuah setelah 4 hingga 5 tahun—sering menjadi kendala utama petani. Dengan adanya skema pembiayaan, petani diharapkan mampu bertahan selama masa pertumbuhan pohon.

Dukungan PT Taspen untuk Keberlanjutan Lingkungan

Kepala Bidang Layanan dan Manfaat PT Taspen Pematangsiantar, Elisabeth Sibarani, menyampaikan harapan agar bantuan ini memberikan dampak berkelanjutan, tidak hanya dari sisi ekonomi tetapi juga kelestarian lingkungan. Penanaman pohon durian di lahan miring Parmonangan juga berfungsi sebagai tanaman konservasi yang mencegah erosi dan menjaga kualitas tanah.

"Kami berharap bibit yang disalurkan dapat tumbuh dengan baik dan memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat maupun lingkungan sekitar," ujarnya.

Mengapa Durian Musang King Jadi Andalan?

Pilihan pada varietas Musang King bukan tanpa alasan. Di pasar domestik dan ekspor, durian asal Malaysia ini dikenal memiliki daging buah tebal, tekstur kering, serta rasa pahit-manis yang khas, sehingga harganya bisa mencapai Rp150.000 hingga Rp300.000 per kilogram di tingkat konsumen. Dengan potensi harga jual setinggi itu, satu pohon durian Musang King dewasa bisa menghasilkan pendapatan jutaan rupiah per musim panen.

Namun, tantangan tetap ada. Durian Musang King membutuhkan perawatan intensif, terutama dalam pengendalian hama dan penyakit akar. Pemkab Taput pun diharapkan tidak hanya menjadi distributor bibit, tetapi juga menyediakan pendampingan teknis berkelanjutan bagi para petani di Parmonangan.

Reporter: Syafruddin Amir
Sumber: sumut.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top