Sumut Target Kurangi Pasien Berobat ke Luar Negeri Lewat RS Murni Teguh Bertaraf Internasional

Penulis: Hamzah Effendi  •  Sabtu, 20 Juni 2026 | 14:18:31 WIB
Penandatanganan MoU antara Pemprov Sumut dan RS Murni Teguh untuk pengembangan rumah sakit berstandar internasional.

MEDAN — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara resmi menggandeng RS Murni Teguh untuk mewujudkan rumah sakit berstandar global di daerah itu. Langkah ini diyakini bisa menekan kebiasaan sebagian warga Sumut yang selama ini memilih berobat ke luar negeri.

Kapan Target Operasional RS Internasional di Sumut?

MoU yang diteken Jumat lalu itu berlaku selama enam bulan sebagai tahap awal. Setelah itu, kedua pihak diharapkan naik ke perjanjian kerja sama (PKS) yang lebih konkret.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sumut Basarin Yunus Tanjung menegaskan, masa transisi itu tidak boleh molor. "Mudah-mudahan dalam enam bulan ini MoU tidak diperpanjang, namun bisa menjadi PKS," ujarnya di Kantor Gubernur Sumut.

Siapa Saja yang Terlibat dalam Proyek Ini?

Kesepakatan ini melibatkan tiga pihak. Pertama, Pemprov Sumut melalui BUMD PT Dhirga Surya Sumatera Utara. Kedua, PT Murni Sadar Tbk selaku pengelola RS Murni Teguh.

MoU diteken langsung oleh Direktur Utama PT Dhirga Surya Ari Wibowo dan Presiden Direktur PT Murni Sadar Tbk Dr dr Mutiara MHA MKT. Basarin menyebut, Gubernur Sumut memberikan perhatian khusus agar rumah sakit kelas internasional ini segera terwujud.

Apa Saja yang Akan Ditingkatkan?

Fokus utama kerja sama ini bukan sekadar gedung atau peralatan canggih. Presiden Direktur PT Murni Sadar Tbk Dr dr Mutiara menekankan penguatan kompetensi tenaga medis lewat program pelatihan dan kerja sama dengan tenaga ahli internasional.

"Kami ingin masyarakat mendapat layanan kesehatan berstandar internasional tanpa harus berobat ke luar negeri," kata Mutiara. Pemprov Sumut juga berjanji memberi kemudahan pengadaan peralatan kesehatan, termasuk melalui skema kerja sama operasional (KSO).

Mengapa Sumut Butuh RS Internasional?

Data menunjukkan, sekitar 15 juta penduduk Sumut masih kerap mencari layanan kesehatan ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Direktur Utama PT Dhirga Surya Sumatera Utara Ari Wibowo optimistis proyek ini bisa menjadi solusi sekaligus kebanggaan warga Sumut.

"Kami optimistis proyek ini dapat menjadi kebutuhan, sekaligus kebanggaan masyarakat Sumut, serta menjadi wajah baru sektor kesehatan di daerah," ujar Ari.

Bagaimana Nasib Pasien Lokal Nantinya?

Kehadiran RS bertaraf internasional ini diharapkan tidak hanya melayani pasien kelas atas. Basarin menyebut, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan kemudahan peralatan akan berdampak pada mutu layanan secara keseluruhan.

Pemprov Sumut terus mendorong agar standar global itu bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Tahap selanjutnya, kedua pihak akan menyusun peta jalan menuju kerja sama yang lebih konkret dalam enam bulan ke depan.

Reporter: Hamzah Effendi
Sumber: sumut.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top