SIMALUNGUN — Lirahayu Siregar meninggal di lokasi kejadian setelah petir menyambar sumber cahaya dari senter telepon seluler yang dinyalakannya dalam kondisi gelap. Suaminya, Suratman Damanik, selamat namun kini menjalani perawatan intensif di Ruang ICU Rumah Sakit Laras.
Kapolsek Bandar Huluan Polres Simalungun, Iptu Patar Banjarnahor, menjelaskan bahwa keluarga tersebut baru saja dalam perjalanan pulang ke rumah di Nagori Tanjung Hataran, Kecamatan Bandar Huluan. Mereka mengendarai sepeda motor dan memutuskan berteduh di sebuah bangunan saat hujan deras mengguyur.
Suasana yang gelap membuat korban menyalakan senter ponsel. "Bersamaan itu petir menggelegar menyambar sumber cahaya," ujar Iptu Patar Banjarnahor, Rabu (17/6). Sambaran tersebut membuat keduanya tergeletak di tempat.
Anak sulung pasangan itu, Nyumanda Damanik (11), langsung berlari meminta bantuan kepada warga yang jaraknya sekitar 500 meter dari lokasi. Sementara itu, dua adiknya, Geisan (6) dan Dafri Suhada (3), tetap menunggu di tempat kejadian.
Warga bersama personel Polsek Bandar Huluan segera mengevakuasi pasangan suami istri tersebut ke Rumah Sakit Laras. Namun, nyawa Lirahayu Siregar tidak tertolong. Suratman Damanik masih dalam perawatan intensif di ruang ICU, sementara ketiga anak mereka dilaporkan selamat tanpa luka.