MEDAN — Wali Kota Medan Rico Waas meminta penyelenggaraan Pekan KHAS tidak sekadar menjadi bazar UMKM biasa. Ia menekankan pentingnya menampilkan identitas kuliner Kota Medan sebagai pembeda utama.
“Saya minta acara ini jangan hanya seperti bazar biasa. Harus ada kekhasan yang ditampilkan. Apa yang membedakan Pekan KHAS ini dengan bazar UMKM lainnya? Kita harus menonjolkan kuliner yang memang menjadi ikon khas Kota Medan,” ujar Rico dalam sambutannya.
Rico memastikan seluruh produk yang dijajakan di 68 stan telah memenuhi tiga pilar utama acara: halal, aman, dan sehat. Proses penyajian yang higienis menjadi perhatian khusus pemerintah kota.
“Kami pastikan semua kuliner yang ada di sini halal, serta proses penyajian yang higienis dan aman bagi masyarakat,” tegasnya.
Di sela pembukaan, Rico mendorong para pelaku UMKM untuk segera mengurus sertifikasi halal. Program ini masih difasilitasi secara gratis oleh Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Koperasi.
“Pemko Medan, melalui Dinas Koperasi, masih memiliki kuota sertifikasi halal gratis. Saya imbau para pelaku UMKM untuk segera memanfaatkannya sebelum kuota habis dan beralih menjadi berbayar,” imbaunya.
Menurut Rico, sertifikasi halal tidak hanya meningkatkan kepercayaan konsumen tetapi juga memperkuat daya saing produk UMKM Medan di pasar yang lebih luas.
Melalui penyelenggaraan Pekan KHAS V ini, Pemko Medan berharap para pelaku usaha kuliner dapat terus meningkatkan kualitas produknya. Standar halal, keamanan, dan kesehatan pangan menjadi tolok ukur utama yang didorong pemerintah.
Pembukaan kegiatan turut dihadiri Ketua MUI Kota Medan Hasan Matsum, unsur Forkopimda Kota Medan, pimpinan perangkat daerah, serta para camat setempat.