Laga berjalan sengit sejak peluit pertama. Timnas Indonesia unggul 1-0 di babak pertama lewat serangan cepat. Vietnam, dengan organisasi permainan rapi, menyamakan kedudukan 1-1 di pertengahan babak kedua.
Atmosfer stadion bergemuruh sepanjang pertandingan. Tekanan dari puluhan ribu penonton mendorong Garuda Muda. Indonesia mendapat hadiah penalti menjelang laga usai, yang dieksekusi sempurna untuk memastikan kemenangan 2-1.
Gubernur Sumut Bobby Nasution tak kuasa menahan kegembiraan. Ia beberapa kali berdiri dari tempat duduk dan bersorak histeris setiap Timnas Indonesia mencetak gol. Usai pertandingan, dengan wajah sumringah, ia melontarkan pujian khas Medan.
“Luar biasa, ribak sude,” ujar Bobby singkat sebelum meninggalkan stadion bersama Joko Widodo dan Iriana Joko Widodo.
Pelatih Timnas U-19 Nova Arianto puas dengan perkembangan anak asuhnya. Ia menilai performa tim meningkat dari laga ke laga. “Senang melihat progres pemain, progressnya sangat baik selama kompetisi. Sekarang kita bersiap untuk laga semifinal,” kata Nova.
Pelatih Vietnam Yutaka Ikeuchi mengakui dukungan penuh stadion menyulitkan timnya. “Kami tahu bermain di kandang Indonesia tekanan atmosfer akan besar, tetapi tim tetap bermain baik walau hasilnya tidak seperti yang diharapkan,” ujar Yutaka.
Kemenangan ini bukan milik tim semata, tetapi juga para suporter setia. Yunan, suporter asal Tanjungbalai yang hadir langsung, terkesima dengan antusiasme masyarakat Sumut. Stadion penuh menjadi bukti kecintaan daerah ini terhadap sepak bola nasional.
“Kaget juga bang ternyata stadionnya penuh, atmosfer di dalam buat merinding. Ini tandanya orang Sumut cinta ke sepakbola dan Timnas kita,” kata Yunan.