MADINA — Afrizal Nasution menegaskan bahwa pendidikan agama dan pendidikan umum memiliki kedudukan yang setara dalam pembangunan daerah. Menurutnya, keberadaan puluhan lembaga pendidikan keagamaan di Mandailing Natal, mulai dari Taman Pendidikan Alquran (TPA), Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA), hingga pondok pesantren, menjadi modal sosial yang strategis.
Dalam sambutannya di hadapan para santri dan orang tua, Afrizal menyampaikan pesan agar para lulusan tidak berhenti belajar. “Ilmu bila diamalkan akan bertambah. Bila tidak diamalkan akan berkurang dan akhirnya akan hilang. Teruslah menimba ilmu sebanyak-banyaknya dan jangan pernah merasa puas dengan ilmu yang dimiliki,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Ponpes Ma’had Darul Azhar sebagai benteng pertahanan karakter dan akhlak mulia. “Kita bersyukur, di Kabupaten Madina terdapat banyak sekolah keagamaan,” katanya.
Camat Panyabungan Utara Azmizar Yusuf Hasibuan turut memberikan apresiasi kepada para santri yang telah menyelesaikan pendidikan. Ia berpesan agar para lulusan menjadi kebanggaan pesantren dan orang tua, serta bermanfaat bagi masyarakat luas.
“Selamat kepada santri-santriwati yang telah menamatkan pendidikan di ponpes ini. Kepada guru dan staf pengajar yang telah mengabdikan diri, saya ucapkan terima kasih,” ujar Afrizal mengakhiri sambutannya.
Acara penamatan ini menjadi penanda bahwa regenerasi santri di Kabupaten Mandailing Natal terus berjalan. Para lulusan diharapkan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan menjadi contoh baik di tengah masyarakat.