MEDAN — Pak Raban, warga Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, harus menahan sakit hernia yang sudah lama diderita. Kondisi ekonominya memaksanya tetap bekerja meski dalam keadaan tidak prima. Musibah datang saat ia memperbaiki lampu di rumah tetangga dan terjatuh dari atap plafon, menyebabkan cedera parah di kaki.
Akibat insiden itu, Pak Raban sempat dirawat di rumah sakit dan tidak sadarkan diri selama tiga hari. Kini, ia harus bertumpu pada penyangga untuk berdiri. Operasi hernia sebenarnya bisa dilakukan, namun tim medis masih mempertimbangkan kondisi kesehatannya saat ini.
Tim BMH yang berkunjung ke rumah Pak Raban mendapati kondisi tempat tinggal yang sangat terbatas. Rumah berukuran sekitar 3x4 meter itu hanya berisi sebuah tempat tidur, lemari tua, dan televisi lawas. Atap yang masih menggunakan seng tanpa plafon membuat udara di dalam rumah terasa panas.
Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan BMH Sumut, M. Arif Firdaus, mengatakan bantuan ini merupakan amanah dari para donatur yang disalurkan untuk meringankan beban pengobatan dan kebutuhan harian Pak Raban. “Terima kasih kepada para donatur. Amanah telah kami tunaikan. Mari kita doakan semoga Pak Raban segera pulih dan bisa kembali beraktivitas seperti sediakala,” kata Arif dalam keterangan yang diterima, Senin.
Kedatangan tim BMH disambut haru oleh Pak Raban. Meski harus berdiri dengan bantuan penyangga, ia mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan. “Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada BMH dan para donatur. Semoga Allah memberikan balasan berlipat ganda,” ujarnya.
Bantuan yang disalurkan BMH Sumut ini diharapkan dapat sedikit mengurangi beban Pak Raban yang selama berbulan-bulan tak bisa bekerja. Program bantuan pengobatan bagi warga kurang mampu seperti ini menjadi salah satu fokus Laznas BMH di wilayah Sumatera Utara, terutama bagi mereka yang terpaksa bekerja dalam kondisi sakit karena desakan ekonomi.