PANYABUNGAN — Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menggelar operasi pasar murah dengan menyediakan ribuan liter minyak goreng dan puluhan ton beras bersubsidi bagi warganya. Kegiatan yang berlangsung di Pasar Lama, Kecamatan Panyabungan, ini merupakan bagian dari gerakan serentak di seluruh Sumatra Utara menjelang Hari Raya Idul Adha.
Dalam program tersebut, pemerintah daerah menjual beras seharga Rp60.000 per 5 kilogram, sementara minyak goreng kemasan sederhana dijual dengan harga Rp15.500 per kilogram. Total komoditas yang digelontorkan mencapai 6 ton beras dan 2 ton minyak goreng.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Madina, Taufik Zulhandra Ritonga, mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan secara serempak di berbagai kabupaten dan kota di Sumut. “Komoditas yang dijual berupa beras sebanyak 6 ton dan Minyak Kita 2 ton,” sebutnya.
Bupati Madina H. Saipullah Nasution menyebutkan bahwa program ini tidak hanya bertujuan menekan lonjakan harga bahan pokok, tetapi juga menjadi rangkaian persiapan menyambut Idul Adha. Pemerintah daerah berencana menyalurkan bantuan hewan kurban bagi masyarakat setelah operasi pasar ini selesai.
“Kami berharap program ini dapat meringankan beban saudara kami, khususnya di Kecamatan Panyabungan,” ujar Saipullah dalam keterangannya di lokasi acara.
Bupati juga menambahkan bahwa kegiatan serupa akan kembali digelar di titik-titik lain di Madina guna memastikan pasokan pangan tetap terjaga dan harga tidak meroket mendekati hari raya. Ia meminta doa agar pemerintahan Kabupaten Madina dapat berjalan baik dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Gerakan pangan murah ini menjadi salah satu instrumen pemerintah daerah untuk mengendalikan inflasi yang biasanya meningkat saat momentum keagamaan. Dengan harga jual yang jauh di bawah harga pasar, program ini menyasar warga yang paling terdampak kenaikan harga bahan pokok.
Pasar Lama sebagai lokasi perdana dipilih karena menjadi pusat perputaran ekonomi di Kecamatan Panyabungan. Pemerintah daerah berharap distribusi komoditas bersubsidi ini dapat menjangkau warga secara tepat sasaran dan meredam potensi spekulasi harga di tingkat pedagang.