KABANJAHE — Pemerintah Kabupaten Langkat mulai bergerak mengejar ketertinggalan dalam cakupan jaminan kesehatan warganya. Wakil Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti memimpin rombongan ke BPJS Kesehatan Cabang Kabanjahe untuk mencontoh keberhasilan Kabupaten Karo yang hampir mencapai cakupan kesehatan semesta.
Dalam diskusi yang berlangsung hangat, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kabanjahe dr. Kiki Chrismar Marbun memaparkan data terbaru. Kabupaten Karo tercatat memiliki tingkat kepesertaan BPJS Kesehatan sebesar 98 persen dari total penduduk. Lebih penting lagi, tingkat keaktifan peserta—indikator bahwa warga benar-benar memanfaatkan layanan—mencapai 85 persen.
Angka ini menjadi pembanding bagi Langkat. Saat ini, tingkat keaktifan peserta BPJS Kesehatan di Langkat baru berada di angka 80,09 persen. Artinya, masih ada hampir 20 persen peserta yang terdaftar tetapi tidak aktif menggunakan jaminan kesehatannya.
Tiorita Surbakti menyebut kunjungan ini bukan sekadar studi banding seremonial. Pihaknya ingin menggali pola sinergi antara Pemerintah Kabupaten Karo dengan BPJS Kesehatan yang menghasilkan cakupan tinggi.
“Melalui kunjungan ini, kami ingin melihat secara langsung langkah-langkah yang dilakukan Kabupaten Karo dalam meningkatkan cakupan dan keaktifan peserta BPJS Kesehatan. Hal-hal positif yang diterapkan di sini nantinya akan menjadi bahan evaluasi dan dapat diaplikasikan di Kabupaten Langkat,” ujar Tiorita dalam keterangan yang diterima redaksi.
Wakil Bupati Langkat tidak datang sendirian. Ia didampingi Ketua DPRD Langkat Sribana PA, dua wakil ketua DPRD Ajai Ismail dan Antoni Ginting, serta anggota DPRD Romelta Ginting. Kepala Dinas Kesehatan Langkat dr. Juliana dan Kabag Umum Mahardhika Sastra Nasution juga turut serta.
Kehadiran unsur legislatif menandakan bahwa program UHC ini menjadi prioritas bersama, bukan hanya ranah eksekutif. Dukungan anggaran dan kebijakan dari DPRD akan menjadi kunci jika Langkat ingin mengejar target kepesertaan penuh.
Percepatan UHC di Sumatera Utara merupakan salah satu program unggulan Gubernur Bobby Nasution. Oleh karena itu, setiap kabupaten/kota di Sumut didorong untuk mencapai cakupan kesehatan semesta secepat mungkin.
Bagi Langkat, belajar dari tetangga terdekat seperti Karo dinilai langkah strategis. Kedekatan geografis dan karakteristik demografis yang mirip membuat pola yang sukses di Karo lebih mudah diadaptasi.
Kunjungan kerja ini diharapkan memperkuat komitmen Pemkab Langkat dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat serta mempercepat tercapainya Universal Health Coverage secara maksimal di Langkat.