NIAS SELATAN — Wakil Bupati Nias Selatan, Yusuf Nache, menemui Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, di Jakarta pekan lalu. Pertemuan itu menjadi ajang penyampaian dokumen usulan program prioritas daerah yang mencakup tiga sektor utama: kerajinan lokal, wisata budaya, dan digitalisasi produk UMKM.
Dalam dokumen yang diajukan, Pemkab Nias Selatan meminta dukungan pemerintah pusat berupa pelatihan teknis, penyusunan regulasi yang mendukung, serta akses pembiayaan bagi para pelaku ekonomi kreatif. Yusuf Nache menilai potensi seni pahat, tenun tradisional, dan atraksi budaya di wilayahnya belum tergarap maksimal karena keterbatasan sumber daya.
Menurut Yusuf, masyarakat Nias Selatan memiliki warisan budaya yang kuat dan bisa menjadi sumber pendapatan baru jika dikelola dengan strategi yang tepat. Ia menyebut sektor kerajinan tangan dan pertunjukan budaya sebagai dua bidang yang paling prospektif untuk dikembangkan.
“Potensi daerah kami cukup besar, mulai dari seni pahat, tenun tradisional, hingga wisata budaya yang menjadi daya tarik tersendiri. Kami berharap ada dukungan dalam bentuk pelatihan, regulasi, dan pembiayaan agar ekonomi kreatif benar-benar bisa tumbuh dan membuka lapangan kerja,” ujar Yusuf dalam pertemuan tersebut.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyatakan pihaknya akan menelaah proposal yang masuk dari Nias Selatan. Ia menekankan pentingnya menyelaraskan kebutuhan daerah dengan program strategis nasional di sektor ekonomi kreatif.
Kementerian, kata dia, berkomitmen mendorong pengembangan ekonomi kreatif di wilayah kepulauan. Langkah ini dinilai strategis untuk memperluas sumber pertumbuhan ekonomi baru, terutama di daerah yang mengandalkan sektor budaya dan pariwisata berbasis komunitas sebagai tulang punggung perekonomian.
Selain penguatan kapasitas pengrajin, Pemkab Nias Selatan juga menyoroti pentingnya percepatan digitalisasi produk UMKM. Yusuf menilai akses pasar yang lebih luas hanya bisa diraih jika pelaku usaha kecil mampu memanfaatkan platform digital secara optimal.
Pemerintah daerah berharap Kemenekraf dapat memberikan pendampingan teknis dan infrastruktur digital yang memadai. Langkah ini diyakini akan membuka peluang pemasaran produk khas Nias Selatan ke kancah nasional maupun internasional.