Senator M Nuh Tutup Reses di Nias, Aspirasi Sertifikasi Halal hingga Jalan Rusak Mengemuka

Penulis: Syafruddin Amir  •  Senin, 11 Mei 2026 | 16:37:01 WIB
Senator KH. M. Nuh menutup reses di Gunungsitoli dengan menyerap aspirasi masyarakat Nias.

Anggota DPD RI asal Sumatera Utara, KH. M. Nuh, menutup reses hari kelima di Kepulauan Nias. Bersilaturahmi dengan MUI Kota Gunungsitoli pada Jumat (8/5), ia menyerap aspirasi krusial: dari infrastruktur jalan rusak hingga keresahan warga atas jaminan kehalalan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

GUNUNGSITOLI — Rangkaian reses sejak awal pekan itu membawa senator asal Sumut menyambangi Gunungsitoli, Lahewa di Nias Utara, Sirombu di Nias Barat, hingga Teluk Dalam di Nias Selatan. Pertemuan pamungkas digelar di Kota Gunungsitoli.

Hadir sejumlah tokoh lintas organisasi: Rusudin Zalukhu dari Dewan Masjid Indonesia (DMI), perwakilan Kemenag Atmansyah Zebua, unsur Baznas dan LazisMu, serta Ketua PD Muhammadiyah Gunungsitoli M. Irfan Zebua.

Keresahan Orang Tua soal Kehalalan Makanan Gratis

Wakil Ketua MUI Gunungsitoli yang juga Ketua Baznas, H. Abdul Ghani Zalukhu, menyampaikan kekhawatiran orang tua muslim terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Ada kesangsian sehingga tidak mengizinkan anaknya mengambil jatah. Ini harus jadi perhatian serius penyelenggara MBG,” tegasnya.

Seorang ibu yang hadir meminta kemudahan sertifikasi halal dan pendampingan proses produk halal. “Kalau ruang gerak kami dibatasi, kami sulit memastikan makanan bergizi gratis itu bersih dan suci. Dengan sertifikat, kami bisa aktif mengawasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG),” ujarnya.

Infrastruktur hingga Wacana Provinsi Kepulauan

Warga juga menyuarakan kondisi infrastruktur jalan lintas kabupaten yang rusak. Aspirasi lain mencuat: wacana pembentukan Provinsi Kepulauan Nias serta keterbatasan ekonomi orang tua untuk melanjutkan pendidikan anak. Solusi beasiswa menjadi harapan utama.

Ketua PD Muhammadiyah Gunungsitoli, M. Irfan Zebua, yang bertugas di Kesbangpol, menyampaikan bahwa masyarakat Nias hidup dalam semangat pluralisme. “Kami menghargai perbedaan agama, budaya, dan etnis. Kami berharap regulasi memperkuat keberagaman dan toleransi ini,” ujarnya.

Senator Berkomitmen Bawa Aspirasi ke Pusat

KH. M. Nuh, yang juga Dewan Pertimbangan MUI Sumut, berjanji merangkum seluruh persoalan. “Semua akan saya rangkum. Mulai infrastruktur, pendidikan, rumah ibadah, hingga jaminan halal MBG, akan saya sampaikan di pusat,” tutupnya.

Didampingi Sekretaris Infokomdigi DP MUI Sumut, Abdul Aziz, senator itu menekankan pentingnya silaturahmi menjaga kerukunan di tengah keberagaman. “Pertemuan ini momen penting untuk bersinergi antara ulama dan tokoh masyarakat. Kami representasi perpanjangan tangan umat,” ujar KH. M. Nuh.

Reporter: Syafruddin Amir
Sumber: wartaindonesia.org This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top