MEDAN — Perum Bulog Kanwil Sumatera Utara memastikan ketersediaan beras aman memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Idul Adha 1447 H yang jatuh pada akhir Mei 2026. Stok di gudang mencapai 64.170 ton, mencukupi untuk program bantuan pangan dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut Budi Cahyanto menyatakan jumlah itu masih bisa ditambah dari pusat jika diperlukan. “Saat ini, stok gudang Bulog Sumut mencapai 64.170 ton,” ujarnya di Medan, Senin.
Untuk menambah cadangan pangan, Bulog terus menyerap gabah dari petani di sejumlah kabupaten. Realisasi penyerapan saat ini telah mencapai 26.000 ton, setara 12.967 ton beras.
Daerah penyumbang utama meliputi Kabupaten Mandailing Natal, Simalungun, Deli Serdang, Serdang Bedagai, dan Tapanuli Selatan. Budi mengimbau petani segera memanen padi jika sudah waktunya agar hasil maksimal.
Harga pembelian gabah kering panen ditetapkan pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram dari petani yang sudah dikemas dalam karung. Angka itu naik menjadi Rp6.700 per kilogram jika gabah sampai ke penggilingan.
Kebijakan ini diharapkan menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus memastikan pasokan beras tetap terjaga menjelang hari raya. “Kami terus melakukan penyerapan gabah di tingkat petani untuk menambah cadangan pangan di wilayah tersebut,” kata Budi.
Stok puluhan ribu ton tersebut diprioritaskan untuk program bantuan pangan pemerintah dan beras SPHP. Kedua program ini menjadi andalan menjaga harga tetap terjangkau saat permintaan meningkat menjelang Idul Adha.
Budi menambahkan, koordinasi dengan pemerintah daerah terus dilakukan untuk memantau distribusi dan kebutuhan riil di lapangan. Jika ada lonjakan permintaan, Bulog pusat siap mengirim tambahan stok ke Sumut.