BINJAI — Anggota DPRD Kota Binjai dari lintas fraksi melayangkan kritik tajam terhadap lambannya penanganan infrastruktur jalan di wilayah Binjai Timur. Fokus utama tertuju pada Jalan Danau Tempe yang kondisinya kian memprihatinkan dan belum pernah mendapatkan perbaikan signifikan selama masa kepemimpinan Wali Kota Amir Hamzah.
Ketua DPC PDIP Binjai, H. Syarif Sitepu, menegaskan bahwa kesabaran masyarakat di sepanjang Jalan Danau Tempe sudah berada di titik nadir. Ia menyebut warga mengeluhkan kondisi jalan yang rusak bertahun-tahun tanpa ada tanda-tanda pengaspalan ulang dari dinas terkait.
"Kita sudah dorong berkali-kali, namun tak juga diperbaiki. Terlebih di situ ada rumah Mantan Walikota Binjai Ali Umri, kan malu kita jika jalan rusak itu terus dibiarkan," kata Syarif Sitepu, Jumat (8/5).
Syarif memberikan peringatan keras kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Binjai agar segera melakukan perbaikan pada tahun anggaran ini. Jika aspirasi tersebut kembali diabaikan, ia memprediksi akan ada gelombang protes besar dari masyarakat yang merasa kecewa terhadap kinerja pemerintah dalam pemerataan pembangunan.
Kondisi serupa juga menjadi atensi serius bagi Fraksi Gerindra. Anggota DPRD Binjai, Ronggur Simorangkir, mengaku kerap menjadi sasaran protes warga di daerah pemilihan (Dapil) Binjai Timur. Menurutnya, banyak janji pembangunan yang disampaikan kepala daerah namun realisasinya di lapangan masih sangat minim.
"Pak Amir ini orang baik, tapi repot kita dibuatnya. Janjinya banyak kali, tapi minim realisasi, terakhir kita yang dikejar-kejar warga," ungkap Ronggur.
Kerusakan di Jalan Danau Tempe dianggap cukup ironis mengingat lokasi tersebut merupakan kawasan tempat tinggal tokoh penting, yakni mantan Wali Kota Binjai Ali Umri. Para legislator menilai tidak adanya perbaikan jalan di depan rumah tokoh yang berjasa bagi kota tersebut mencerminkan lemahnya skala prioritas pembangunan infrastruktur di Kota Binjai saat ini.