Uber Siapkan Robotaxi Premium Lucid Gravity Tanpa Sopir di California

Penulis: Mukhtar Latif  •  Rabu, 06 Mei 2026 | 09:41:01 WIB
Uber mulai uji coba robotaxi SUV Lucid Gravity tanpa sopir di jalan raya California.

Uber mempercepat langkah di industri kendaraan otonom melalui kemitraan strategis dengan Nuro dan produsen EV mewah Lucid. Izin terbaru dari otoritas California kini memungkinkan pengujian SUV Lucid Gravity tanpa pengemudi manusia di jalan raya. Langkah ini menandai pergeseran besar Uber dari sekadar aplikasi ride-hailing menjadi penyedia layanan transportasi otonom premium.

Ambisi Uber untuk menghadirkan layanan taksi tanpa sopir (robotaxi) memasuki babak baru. Departemen Kendaraan Bermotor (DMV) California secara resmi memodifikasi izin operasional Nuro, startup teknologi otonom yang didukung Nvidia, untuk mulai menguji SUV listrik Lucid Gravity tanpa operator manusia di balik kemudi.

Langkah ini merupakan bagian dari aliansi tiga arah yang semakin solid. Uber tidak hanya berperan sebagai penyedia platform, tetapi juga investor utama. Perusahaan pimpinan Dara Khosrowshahi ini telah meningkatkan komitmen investasinya ke Lucid dari 300 juta dolar AS menjadi 500 juta dolar AS atau sekitar Rp8 triliun.

Kemitraan ini mencakup pengadaan minimal 35.000 unit kendaraan listrik siap robotaxi. Jumlah tersebut terdiri dari 10.000 unit SUV Lucid Gravity dan 25.000 unit EV dari platform ukuran menengah (mid-size) Lucid yang akan datang. Seluruh armada ini nantinya akan diintegrasikan langsung ke dalam layanan premium Uber.

Izin Baru California dan Pivot Strategis Nuro

Bagi Nuro, izin terbaru ini adalah validasi atas perubahan model bisnis mereka. Sebelumnya, startup asal Silicon Valley ini dikenal dengan kendaraan pengantar barang berkecepatan rendah. Namun, program tersebut dihentikan demi fokus melisensikan teknologi otonom mereka kepada perusahaan skala besar seperti Uber.

Juru bicara Nuro, David Salguero, menyatakan bahwa perusahaan menargetkan pengujian tanpa sopir ini dimulai pada akhir tahun 2024. Saat ini, Nuro dan Uber masih melakukan pengujian dengan operator keselamatan manusia di kursi pengemudi untuk mengumpulkan data di berbagai kota di Amerika Serikat.

Bulan lalu, Uber bahkan sudah mulai mengizinkan karyawannya untuk memesan perjalanan dengan robotaxi Lucid melalui aplikasi internal. Meski masih didampingi pengemudi cadangan, uji coba ini krusial untuk mematangkan pengalaman pengguna sebelum benar-benar dilepas secara komersial tanpa intervensi manusia.

Integrasi Chip Nvidia Thor pada SUV Lucid Gravity

Dari sisi teknis, robotaxi Lucid Gravity dibekali perangkat keras kelas atas untuk menjamin keamanan operasional. Inti dari sistem otonom ini adalah komputer Nvidia Drive AGX Thor yang memiliki kemampuan komputasi masif untuk memproses data dari berbagai sensor secara real-time.

Kendaraan ini dilengkapi dengan kombinasi sensor yang komprehensif, meliputi:

  • Kamera resolusi tinggi untuk pemantauan visual 360 derajat.
  • Sensor lidar solid-state untuk pemetaan jarak jauh yang presisi.
  • Radar untuk mendeteksi objek dalam berbagai kondisi cuaca dan pencahayaan.

Lucid mengonfirmasi telah mengirimkan 75 unit kendaraan rekayasa (engineering vehicles) kepada Nuro dan Uber. Akumulasi jarak tempuh dari armada ini menjadi modal penting bagi Nuro untuk meyakinkan regulator bahwa sistem mereka cukup aman untuk beroperasi di jalanan umum yang padat.

Jalan Terjal Menuju Operasional Komersial 2026

Meski izin uji coba sudah di tangan, Uber dan mitra-mitranya masih menghadapi tembok regulasi yang tebal. Untuk meluncurkan layanan robotaxi komersial, mereka masih memerlukan izin layanan ride-hailing tanpa sopir dari Komisi Komunikasi Publik California (CPUC) serta izin penempatan (deployment permit) dari DMV.

Lucid memproyeksikan operasional robotaxi komersial baru akan dimulai pada akhir 2026. Jadwal ini sangat bergantung pada kecepatan proses sertifikasi dan hasil pengujian di lapangan. Ada kemungkinan operasional awal akan dibatasi pada wilayah tertentu atau kondisi cuaca yang spesifik.

Strategi Uber ini memperlihatkan pergeseran peta persaingan robotaxi global. Di saat Tesla masih bergelut dengan janji "Full Self-Driving" mereka, Uber memilih jalur kolaborasi dengan produsen EV mewah dan spesialis AI untuk menciptakan layanan yang lebih terukur dan siap regulasi.

Reporter: Mukhtar Latif
Back to top