MEDAN — Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menilai kehadiran kantor perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Medan akan mempercepat akses layanan bagi masyarakat. Keberadaan lembaga ini krusial untuk memastikan nasabah merasa aman menyimpan dana mereka di sistem perbankan formal.
Pernyataan tersebut disampaikan Bobby saat menghadiri pengukuhan Jimmy Ardianto sebagai Kepala Kantor Perwakilan LPS I Medan di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro. Bobby meminta LPS tidak hanya fokus pada aspek teknis penjaminan, tetapi juga masif melakukan edukasi publik.
"Tugas LPS bukan hanya soal teknis penjaminan saat ada bank yang tidak sanggup lagi, tapi bagaimana memperkenalkan diri melalui program-program yang edukatif," ujar Bobby Nasution.
Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS Farid Azhar Nasution mengungkapkan bahwa kepercayaan masyarakat adalah jantung dari industri keuangan. Berdasarkan data terbaru, cakupan penjaminan simpanan di Sumatera Utara telah mencapai 99,9 persen dari total 28,78 juta rekening yang ada di daerah tersebut.
Secara nasional, LPS telah melindungi sekitar 677 juta rekening perbankan. Kehadiran kantor perwakilan di Medan diharapkan mampu memperkuat pengawasan dan koordinasi di wilayah Sumatera yang memiliki dinamika ekonomi cukup tinggi.
"LPS hadir lebih dekat dan aktif membangun kepercayaan masyarakat. Secara nasional, 99,9 persen rekening perbankan telah terlindungi," kata Farid Azhar.
Pemilihan Medan sebagai lokasi kantor perwakilan bukan tanpa alasan. Pada tahun 2025, kontribusi ekonomi Sumatera Utara terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai 5,19 persen. Angka ini merupakan yang tertinggi di seluruh Pulau Sumatera.
Sektor perbankan di wilayah ini juga menunjukkan angka yang signifikan. Hingga Februari 2026, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang terhimpun di Sumatera Utara tercatat sebesar Rp340,68 triliun. Likuiditas yang besar ini memerlukan pengawalan ketat agar stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga.
Farid berpesan kepada Jimmy Ardianto agar segera membangun sinergi dengan pemerintah daerah di 33 kabupaten/kota. Pendekatan kearifan lokal dinilai menjadi kunci agar program edukasi keuangan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat pelosok.
LPS diminta untuk tidak bekerja dalam sekat isolasi. Bobby Nasution menegaskan pentingnya kolaborasi lintas instansi, terutama dengan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di tingkat regional. Kerja sama ini penting untuk memitigasi risiko keuangan di tengah perkembangan era digital yang sangat cepat.
"Menjaga stabilitas ekonomi dan keuangan di Sumut tidak dapat dilakukan secara sendiri. Diperlukan kolaborasi antara LPS dengan 33 kabupaten/kota serta berbagai instansi terkait," tegas Bobby.
Kantor Perwakilan LPS I Medan kini resmi beroperasi untuk mengawal keamanan simpanan nasabah di wilayah kerja Sumatera, sekaligus menjadi garda terdepan dalam menjaga kepercayaan publik terhadap industri perbankan lokal.