Makam Muhammad Yatim di Simalungun Dibongkar, Kades Duga Pelaku ODGJ

Penulis: Fahmi Anwar  •  Senin, 04 Mei 2026 | 13:43:33 WIB
Makam Muhammad Yatim di Simalungun ditemukan dalam kondisi dibongkar dan jasad berpindah posisi.

SIMALUNGUN — Pangulu Pamatang Simalungun Mangihut Martua Manik meminta warga tidak mengaitkan pembongkaran makam Muhammad Yatim di TPU Muslim Jalan Mawar dengan praktik mistis. Peristiwa yang menghebohkan warga Nagori Rambung Merah ini pertama kali diketahui oleh peziarah pada Minggu (3/5/2026) pagi.

Makam tersebut merupakan milik almarhum Muhammad Yatim (84) yang baru saja dimakamkan pada 24 Maret 2026 lalu. Kondisi makam yang acak-acakan sempat memicu keresahan hingga akhirnya dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut.

Dugaan Pelaku Mengarah pada ODGJ di Sekitar Lokasi

Mangihut Martua Manik menegaskan bahwa indikasi awal kejadian ini lebih mengarah pada faktor rasional ketimbang ilmu hitam. Berdasarkan kesaksian warga, seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa (ODGJ) pernah terlihat melakukan aktivitas serupa di area pemakaman tersebut sebelumnya.

"Peristiwa seperti ini ternyata bukan yang pertama. Sebelumnya, warga pernah melihat seorang ODGJ melakukan penggalian makam di area yang sama. Dugaan sementara mengarah pada orang tersebut,” ujar Mangihut, Minggu (3/5/2026).

Identitas terduga pelaku kini telah dikantongi oleh pemerintah nagori. Langkah-langkah preventif mulai disusun agar kejadian yang mengganggu ketenangan publik ini tidak terulang kembali, mengingat lokasi makam berada di area yang sering diakses warga.

Jasad Berpindah Namun Kain Kafan Masih Utuh

Fakta di lapangan menunjukkan pola yang tidak lazim bagi pelaku praktik ritual tertentu. Saat pemeriksaan dilakukan, petugas menemukan kain kafan jenazah masih tertinggal di lokasi kejadian, meskipun posisi jasad sudah sempat dipindahkan dari dalam liang lahat.

Kondisi ini memperkuat asumsi bahwa motif pembongkaran bukan didasari oleh pencurian organ atau benda-benda untuk keperluan mistis. Pihak kepolisian yang turun ke lokasi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan kronologi lengkap peristiwa tersebut.

Koordinasi dengan Dinas Sosial untuk Penanganan Pelaku

Guna meredam keresahan warga, Pemerintah Nagori Pamatang Simalungun segera berkoordinasi dengan instansi terkait. Mangihut menyatakan pihaknya akan melayangkan surat resmi kepada Dinas Sosial Kabupaten Simalungun untuk menangani oknum ODGJ yang meresahkan itu.

"Ini sudah meresahkan warga. Kami akan bersurat ke Dinas Sosial agar kejadian serupa tidak lagi terulang, karena yang bersangkutan sudah teridentifikasi dan sering terlihat di sekitar lokasi," katanya.

Pihak desa mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan spekulasi liar yang dapat memicu kepanikan. Penanganan kasus ini kini sepenuhnya diserahkan kepada pihak kepolisian dan dinas terkait untuk memastikan keamanan di area pemakaman umum tersebut.

Reporter: Fahmi Anwar
Back to top