Kodim 0212/TS Tuntaskan Jembatan Perintis Garuda 33 Meter di Paluta

Penulis: Redaksi  •  Senin, 04 Mei 2026 | 13:43:32 WIB
Kodim 0212/TS dan masyarakat rampungkan Jembatan Perintis Garuda sepanjang 33 meter di Paluta.

PADANG LAWAS UTARA — Kodim 0212/Tapanuli Selatan (TS) bersama masyarakat menuntaskan pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Parupuk Julu, Kecamatan Padang Bolak Julu, Kabupaten Padang Lawas Utara, Kamis (30/4). Jembatan gantung tersebut kini telah rampung 100 persen dan kembali difungsikan secara normal.

Infrastruktur ini sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat diterjang banjir, yang sempat memutus akses utama penduduk desa. Dengan panjang 33 meter dan lebar 1,4 meter, jembatan ini menjadi jalur krusial bagi mobilitas harian warga, terutama dalam mengangkut hasil bumi.

Pembangunan kembali jembatan ini merupakan bagian dari inisiatif percepatan infrastruktur yang diprakarsai Presiden RI, Prabowo Subianto. Program ini bertujuan memperkuat konektivitas di wilayah pedesaan guna mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di daerah terpencil.

Sinergi TNI dan Warga Percepat Proses Konstruksi

Proses pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan personel Koramil 05/Padang Bolak Kodim 0212/TS. Tahapan dimulai dari pembersihan area di sekitar bantaran sungai hingga pembongkaran sisa-sisa struktur lama yang telah rusak.

Prajurit TNI bersama warga setempat bahu-membahu melakukan pemasangan kembali komponen utama jembatan. Fokus utama pengerjaan meliputi penguatan sling baja, pemasangan hanger, serta penataan struktur penopang agar jembatan lebih kokoh menghadapi arus sungai.

Keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci utama percepatan pembangunan ini. Pola gotong royong memastikan seluruh tahapan teknis selesai tepat waktu, sehingga jembatan dapat segera dilintasi untuk mendukung distribusi hasil kebun.

Dukung Distribusi Hasil Pertanian di Padang Bolak Julu

Keberadaan Jembatan Perintis Garuda memiliki dampak signifikan terhadap sektor pertanian di Desa Parupuk Julu. Sebagian besar warga bergantung pada jembatan ini untuk menjangkau lahan perkebunan dan membawa hasil panen ke pasar terdekat.

Kepala Penerangan Kodam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Sandy, S.I.P., menyatakan bahwa rampungnya proyek ini merupakan wujud nyata kehadiran TNI di tengah kesulitan rakyat. Pihaknya berharap infrastruktur ini dijaga dengan baik oleh masyarakat setempat.

"Kami berharap kehadiran jembatan ini dapat memperlancar mobilitas warga serta mendukung distribusi hasil pertanian, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut," ujar Kolonel Inf Sandy, Kamis (30/4).

Apa Dampak Jembatan Perintis Garuda bagi Ekonomi Lokal?

Sebelum jembatan ini diperbaiki, warga harus mencari jalur alternatif yang lebih jauh atau menyeberangi sungai dengan risiko tinggi saat debit air meningkat. Kondisi tersebut sempat menghambat arus barang dan meningkatkan biaya logistik petani.

Kini, dengan struktur yang telah diperbarui, waktu tempuh menuju lahan pertanian menjadi lebih singkat. Kelancaran akses ini diproyeksikan mampu menjaga stabilitas harga komoditas pertanian di tingkat produsen karena kendala transportasi telah teratasi.

Pemerintah daerah dan pihak Kodim 0212/TS mengimbau warga untuk memperhatikan kapasitas beban saat melintasi jembatan. Pemeliharaan rutin secara swadaya diharapkan dapat memperpanjang usia pakai jembatan perintis tersebut.

Reporter: Redaksi
Back to top