SUMATERA UTARA — Google kembali menghadapi pekerjaan rumah besar pada lini ponsel lipatnya. Dalam video durability test terbaru dari kanal YouTube JerryRigEverything, Pixel 11 Pro Fold yang dibanderol US$1.899 (sekitar Rp 31,3 juta) terbukti masih memiliki titik lemah di area antena, persis seperti generasi sebelumnya.
Padahal, tahun ini Google mengklaim telah meningkatkan ketahanan perangkat secara keseluruhan. Salah satu buktinya adalah penggunaan lapisan keramik pada layar penutup yang mampu menahan goresan hingga level 6 skala kekerasan Mohs—lebih baik dari kebanyakan ponsel lain yang mulai tergores di level tersebut.
Layar Penutup Lebih Tangguh, Tapi Bodi Belakang Masih Plastik
Hasil uji gores menunjukkan progres nyata pada layar depan. Namun, klaim Google tentang material belakang "glass composite fiber" langsung runtuh saat diuji dengan pisau. Material tersebut ternyata hanya plastik keras yang mudah tergores, bukan serat kaca sebagaimana disematkan dalam materi pemasaran.
Kekecewaan berlanjut pada uji ketahanan bengkok. Ponsel tetap patah tepat di garis antena, sebuah pola kegagalan yang berulang sejak generasi pertama Pixel Fold. Padahal, insiden tahun lalu pada Pixel 10 Pro Fold sampai menyebabkan baterai pecah—kejadian yang sangat langka dalam pengujian semacam ini.
Bodi Depan dan Belakang Bisa Dilepas dengan Tangan Kosong
Yang lebih memprihatinkan, panel depan dan belakang ponsel dapat dilepas hanya dengan tenaga tangan tanpa alat bantu apa pun. Panel depan bahkan "mengelupas" secara harfiah, sementara panel belakangnya terlepas dengan mudah—sebuah temuan yang kontras dengan pernyataan Google bahwa bagian belakang perangkat "hampir mustahil untuk retak".
Kegagalan berulang di titik antena ini menjadi catatan penting. Meski Google telah meningkatkan ketahanan material di area lain, desain struktural yang sama tampaknya masih menjadi biang kerok utama.
Redesign Menunggu di Depan
Google sebelumnya mengisyaratkan akan melakukan redesain besar-besaran setiap dua hingga tiga tahun. Dengan pola kegagalan yang sama terulang di tiga generasi, tekanan untuk segera merombak desain internal ponsel lipatnya semakin besar.
Untuk pengguna Indonesia yang berminat pada ponsel lipat premium, Pixel 11 Pro Fold tetap menawarkan daya tarik lewat ekosistem dan fitur multitasking-nya. Namun, hasil uji ini menjadi pengingat bahwa ketahanan fisik masih menjadi PR besar yang belum beres dibenahi Google.