MEDAN — Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof Baharuddin menyampaikan pesan tegas kepada 2.133 wisudawan yang menjalani prosesi wisuda di Gedung Auditorium kampus, Rabu. Ia mengingatkan bahwa penguasaan kompetensi digitalisasi bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan syarat mutlak untuk bertahan di tengah persaingan global.
Menurutnya, lulusan yang hanya mengandalkan ijazah tanpa dibekali keterampilan digital akan tertinggal. Sebaliknya, mereka yang mampu mengombinasikan kemampuan teknologi dengan keahlian lain akan memiliki daya saing tinggi.
"Lulusan Unimed harus memiliki kombinasi antara kompetensi digital, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan karakter yang kuat. Inilah yang akan membedakan Saudara di tengah dunia yang semakin kompetitif," ujarnya di hadapan para wisudawan.
Baharuddin menjelaskan, dunia saat ini telah memasuki era perubahan yang sangat cepat. Kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) tidak lagi menjadi teknologi masa depan yang sekadar dibicarakan.
AI, kata dia, kini telah hadir dalam kehidupan sehari-hari dan mengubah cara manusia bekerja, belajar, berkomunikasi, melakukan penelitian, menjalankan bisnis, bahkan mengambil keputusan.
Ia menyebutkan, pemerintah pada tahun 2026 telah memperkuat arah pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial dalam pendidikan melalui pedoman nasional. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan teknologi bukan sesuatu yang bisa dihindari, melainkan harus dipahami, dimanfaatkan, dan dikelola secara bertanggung jawab.
"Karena itu, Unimed mau tidak mau harus memiliki kompetensi dibidang digitalisasi. Itu memang sudah menjadi tuntutan zaman yang harus dihadapi jika tidak maup ketinggalan," tegasnya.
Prosesi wisuda kali ini berlangsung selama empat hari, terhitung sejak 26 hingga 29 Agustus 2026. Ribuan lulusan yang diwisuda berasal dari berbagai fakultas, mulai dari Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Bahasa dan Seni, Fakultas Ilmu Sosial, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, hingga Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Selain itu, wisudawan juga berasal dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Teknik, Program Pascasarjana (PPS), dan Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Di sela-sela sambutannya, Baharuddin juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh wisudawan. Ia mengakui bahwa dalam memberikan layanan akademik selama masa studi, masih terdapat keterbatasan dan kekurangan yang mungkin dirasakan para mahasiswa.
"Kami menyadari bahwa dalam memberikan layanan akademik selama Saudara menempuh pendidikan di Unimed masih terdapat keterbatasan dan kekurangan. Untuk itu, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya," katanya.
Ia menutup sambutannya dengan doa agar seluruh lulusan yang diwisuda hari ini memperoleh kesuksesan dalam meniti karier dan mengabdikan diri bagi bangsa dan negara.