MEDAN — Pembukaan Pekan Budaya Daerah Kota Medan 2026 diawali penampilan tari "Medan untuk Semua, Semua untuk Medan" yang dibawakan putra-putri kebudayaan Kota Medan 2026. Panggung kemudian berganti dengan alunan harmonisasi perkusi rampak Melayu yang menampilkan berbagai jenis alat musik Melayu.
Rico Tri Putra Bayu Waas turut naik ke panggung dan memainkan gendang Melayu bersama para penampil. Momen itu menjadi penanda resmi dibukanya rangkaian Pekan Budaya Daerah Kota Medan 2026.
Imbauan Wali Kota: Lestarikan Budaya dan Pusaka Kota Medan
Dalam sambutannya, Rico mengajak warga Kota Medan menjaga warisan budaya yang ditampilkan sepanjang acara. Menurutnya, Pekan Budaya Daerah 2026 menampilkan banyak tarian sakral yang perlu terus dilestarikan.
"Di Pekan Budaya Daerah Kota Medan 2026 ini banyak sekali tarian penuh sakral dipertunjukkan. Mari kita lestarikan budaya kita, pusaka kita," kata Rico saat memberikan kata sambutan.
Melalui event tersebut, Rico berharap semangat mencintai kebudayaan Kota Medan semakin terbangun di kalangan warga.
14 Tokoh Terima Sertifikat Anugerah dari Pemkot Medan
Pemerintah Kota Medan memberikan sertifikat anugerah kepada sejumlah tokoh yang dinilai berkontribusi di bidang kebudayaan dan sosial. Penerima mencakup tokoh sejarah, penggiat seni budaya, penyair dan sastrawan, jurnalis berbasis budaya, pegiat sosial dan pemberdayaan masyarakat, serta seniman tari etnis.
Daftar penerima sertifikat anugerah antara lain Prof Ichwan Azhari, M Muhar, MBA, M.Si (Om Totok), Rudy Oei, Dr Ir Jimmy Siahaan, Teja Purnama Lubis, Yusnizar Heniwaty, M.Hum, Yusniarti, Mateus Suwarsono, Syahrial Felani, Maulana Hudaya Putra, Hj Erliza Rizki Firdaus, Eka Firdaus, SH, MKn, Hj Rohanim, S.Pd, dan Erliyani Lubis.
Pemberian sertifikat menjadi bagian dari rangkaian pembukaan Pekan Budaya Daerah Kota Medan 2026 yang digelar di Lapangan Benteng.
Rampak Melayu dan Tari Pembuka Warnai Malam Pembukaan
Harmonisasi perkusi rampak Melayu menjadi penanda utama dibukanya event tahunan tersebut. Berbagai jenis alat musik Melayu ditampilkan dalam komposisi yang melibatkan sejumlah pemusik.
Penampilan tari "Medan untuk Semua, Semua untuk Medan" oleh putra-putri kebudayaan Kota Medan 2026 membuka jalannya acara sebelum sambutan wali kota. Kedua penampilan itu menjadi bagian dari upaya Pemkot Medan memperkenalkan kekayaan seni tradisi kepada warga kota.