MEDAN — Peletakan batu pertama pemasangan 1.000 titik LPJU menandai dimulainya pemerataan penerangan jalan di Kota Medan. Di Gang Amaliyah, petugas memasang 10 tiang setinggi 7 meter sebagai titik awal pengerjaan.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyatakan program ini tidak hanya memperbanyak cahaya di jalan utama, tetapi menembus kawasan pemukiman yang selama ini minim penerangan.
"Hari ini kita memulai program penambahan LPJU sebanyak 1.000 titik untuk seluruh wilayah Kota Medan. Khusus Wilayah 1 yang mencakup tiga kecamatan di Medan Bagian Utara, Medan Labuhan, Medan Marelan, dan Medan Belawan. Alokasinya ada 183 titik. Di Gang Amaliyah ini, kita pasang 10 titik tiang setinggi 7 meter," ujar Rico Waas di lokasi acara.
Fokus pada Gang dan Pemukiman yang Belum Punya Tiang Lampu
Rico Waas menegaskan fokus pembenahan bukan sekadar memperbanyak cahaya di jalan utama. Banyak jalan di Kota Medan yang sebelumnya belum memiliki tiang lampu sama sekali.
"Memang LPJU ini kan dibutuhkan untuk masyarakat, di mana kondisi kita masih banyak jalan-jalan kita yang bukan saja hanya kurang penerangannya, tapi memang sebelumnya belum ada. Belum ada tiang-tiang lampunya. Jadi, ini kita benahi agar daerah-daerah semakin terang," kata Rico Waas.
Untuk tahun 2026, Pemko Medan menargetkan 1.000 titik LPJU terpasang. Tahun anggaran mendatang, jumlahnya dilipatgandakan menjadi 5.000 titik baru.
Spesifikasi Tiang: 7 Meter untuk Gang, 9 Meter untuk Jalan Lebar
Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan Irsan Idris Nasution menjelaskan detail teknis pengerjaan proyek strategis tersebut. Jalan dengan lebar 2–3 meter menggunakan tiang setinggi 7 meter, sedangkan jalan dengan lebar lebih dari 3 meter dipasang tiang setinggi 9 meter.
Pemasangan tiang lampu diatur konsisten dengan jarak 40 meter antar titik. Aturan ini berlaku untuk seluruh wilayah agar sebaran penerangan merata.
Keluhan Warga Gang Amaliyah: Banjir dan Jalan Rusak
Selain masalah penerangan, Rico Waas merespons langsung keluhan warga Gang Amaliyah terkait banjir dan kerusakan jalan. Posisi gang yang lebih rendah dibanding jalan utama di depannya membuat kawasan ini rentan tergenang air.
"Kami tadi menerima laporan Gang Amaliyah sering terjadi genangan maupun banjir. Ternyata sudah dimasukkan dalam perencanaan. Jalan ini akan dibeton karena sudah rusak, dan drainasenya akan kita perbaiki agar dampak banjir bisa berkurang signifikan," tegas Rico Waas.
Pembenahan infrastruktur terpadu di Gang Amaliyah sudah masuk dalam perencanaan Pemko Medan. Pengerjaan meliputi perbaikan jalan beton dan drainase untuk mengurangi dampak banjir di kawasan tersebut.