MEDAN — Kepala Bagian Umum BPS Provinsi Sumatera Utara Dadan Supriadi menyampaikan capaian kunjungan wisman itu dalam keterangan di Medan. Menurutnya, data tersebut menandakan tren kunjungan wisman ke Sumut bergerak konsisten.
“Begitu juga secara tahunan dengan mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,38 persen,” ujar Dadan.
Malaysia Masih Jadi Pemasok Wisman Terbesar
BPS Sumut mencatat wisman yang datang ke Sumut masih didominasi dari Malaysia dengan porsi 52,60 persen. Posisi berikutnya ditempati Singapura 5,13 persen, Jerman 3,63 persen, Tiongkok 3,15 persen, dan Prancis 2,78 persen.
Komposisi itu menunjukkan pasar Malaysia masih menjadi tulang punggung kunjungan luar negeri ke Sumut. Negara-negara Eropa dan Asia Timur menyusul dengan pangsa jauh lebih kecil.
Tingkat Penghuni Kamar Hotel Bintang Turun 2,54 Poin
Di sisi akomodasi, tingkat penghuni kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang pada Agustus 2026 tercatat 42,85 persen. Angka itu turun 2,54 poin persen dibandingkan periode yang sama, tetapi secara tahunan masih naik 1,34 poin persen atau setara 41,52 persen.
Pola serupa terjadi pada hotel nonbintang. TPK hotel nonbintang tercatat 23,83 persen, turun 1,44 poin dibandingkan Juli 2026 yang berada di angka 24,14 persen.
Secara gabungan, hotel bintang dan nonbintang mencatat TPK 30,61 persen. Capaian itu turun dibandingkan Juli yang berada di 32,46 persen.
Penurunan TPK Dipicu Berakhirnya Libur Sekolah
Dadan menyebut penurunan indikator TPK terjadi karena periode pascalibur sekolah pada Juli. Meski begitu, ia menilai pertumbuhan kunjungan wisman ke Sumut secara bulanan tetap menunjukkan tren positif.
“Hanya saja pertumbuhan pengunjung wisman ke Sumut secara bulan menunjukkan tren yang cukup positif,” ucapnya.
Data BPS Sumut menjadi acuan awal untuk membaca arah sektor pariwisata daerah pada semester kedua 2026. Pertumbuhan kunjungan luar negeri yang konsisten menjadi modal, sementara pergerakan TPK hotel perlu dicermati pada bulan-bulan berikutnya.