MEDAN — Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi II Medan, Syahripal Putra, menegaskan bahwa masa depan setiap siswa sepenuhnya menjadi pilihan masing-masing anak. Pihak sekolah berperan menyediakan bekal pengetahuan, keterampilan, serta kesempatan agar mereka dapat mencapai tujuan hidup sesuai bakat dan minatnya.
Pernyataan itu disampaikan Syahripal dalam keterangannya, Jumat (25/9/2026). Menurut dia, tugas sekolah adalah memastikan para siswa memiliki kompetensi yang cukup, baik untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
Empat Jalur yang Disiapkan untuk Lulusan
Syahripal menjelaskan, terdapat sejumlah jalur yang dipersiapkan bagi siswa setelah menyelesaikan pendidikan SMA di Sekolah Rakyat Terintegrasi II Medan. Jalur pertama adalah melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Bagi siswa yang mempunyai kemampuan akademik dan berminat menempuh pendidikan lebih tinggi, sekolah akan membantu memfasilitasi mereka. Fasilitasi disesuaikan dengan potensi yang dimiliki masing-masing siswa.
Jalur kedua, siswa yang berminat mengikuti ikatan dinas. Pembekalan dan pelatihan akan disesuaikan dengan kebutuhan serta persyaratan jalur pendidikan kedinasan yang ingin ditempuh.
Jalur ketiga, siswa mendapatkan kesempatan mempersiapkan diri memasuki dunia kerja sebagai tenaga terampil. Pihak sekolah menjajaki kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan melalui sejumlah program pelatihan, termasuk camp NAKR dan camp Design Tech.
Jalur keempat, pengembangan usaha secara mandiri. Peluang pengembangan diri diarahkan pada berbagai bidang sesuai kemampuan dan minat siswa.
Tes Bakat dan Minat Jadi Tahapan Awal Pemetaan
Syahripal menyatakan setiap anak memiliki potensi dan karakteristik yang berbeda. Karena itu, tidak semua lulusan harus diarahkan menempuh jalur pendidikan atau karier yang sama.
"Kami akan melihat bakat dan minat anak-anak melalui tes yang nantinya dilakukan. Dari situ, kami bisa memetakan mereka, apakah akan melanjutkan kuliah, mengikuti ikatan dinas, bekerja, atau memilih jalur wirausaha," jelasnya.
Tes bakat dan minat menjadi salah satu tahapan yang dipersiapkan untuk mengidentifikasi potensi siswa. Hasil tes juga memberi gambaran mengenai jalur pendidikan maupun pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan mereka.
Menurut Syahripal, pemetaan tersebut penting agar pendampingan yang diberikan sekolah dapat lebih terarah dan sesuai kebutuhan masing-masing siswa.
Kerja Sama dengan Kemenaker hingga Penjajakan TNI-Polri
Untuk siswa yang ingin langsung bekerja, sekolah memfasilitasi melalui program pelatihan bersama Kementerian Ketenagakerjaan. Selain camp NAKR dan camp Design Tech, pihak sekolah juga menjajaki bidang lain seperti TNI dan Polri.
"Anak-anak yang ingin bekerja juga akan kami fasilitasi. Kami bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan melalui program-program pelatihan, termasuk camp NAKR dan camp Design Tech, serta menjajaki bidang lain seperti TNI dan Polri," ungkapnya.
Setiap siswa juga didorong mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru yang sebelumnya mungkin belum pernah mereka peroleh. Keterbatasan ekonomi keluarga diupayakan tidak menjadi penghalang bagi siswa untuk mengakses informasi, pembekalan, dan akses menuju pendidikan maupun pekerjaan yang dicita-citakan.
Syahripal berharap para lulusan Sekolah Rakyat Terintegrasi II Medan mampu membawa perubahan bagi lingkungan tempat mereka berasal.