MEDAN — Deklarasi pencalonan Farianda berlangsung Selasa (3/11/2026) dan menjadi penanda pertama masuknya kandidat ke bursa Ketua PWI Sumut untuk lima tahun ke depan. Ia menyebut kompetisi yang ramai justru memperkaya demokrasi organisasi, asalkan setiap kandidat membawa tawaran pengabdian yang jelas.
Farianda mempersilakan anggota PWI yang memiliki kapasitas dan keinginan untuk maju sebagai kandidat. Menurutnya, semakin banyak calon, semakin banyak pula gagasan yang bisa diuji di forum konferensi.
Ia juga mendorong tokoh-tokoh pers di Sumatera Utara agar tidak ragu mengambil bagian dalam kompetisi tersebut. Farianda mengingatkan bahwa perbedaan pilihan tidak boleh menjadi alasan untuk saling menjatuhkan, memfitnah, maupun membangun permusuhan.
Seluruh kandidat diharapkan mengikuti proses konferensi dengan gembira, sportif, dan tetap menjaga persaudaraan. "Kompetisi boleh panas, perbedaan boleh tajam, tetapi persaudaraan jangan sampai tumbang," kata Farianda dalam deklarasi pencalonannya.
Bagi Farianda, PWI bukan sekadar organisasi untuk memperebutkan jabatan. Ia menyebut PWI sebagai rumah besar profesi yang harus menjaga solidaritas, meningkatkan kompetensi, serta memperjuangkan kehormatan wartawan.
Karena itu, konferensi harus menjadi panggung demokrasi yang memperlihatkan kedewasaan anggota dalam menyampaikan perbedaan. Anggota juga diminta menghormati hasil keputusan organisasi apa pun yang keluar dari forum.
Konferensi PWI Sumut pada 21 November 2026 disebut menjadi momentum penting untuk membuktikan semangat tersebut. Farianda ingin Sumatera Utara berisik oleh perdebatan dan gagasan, tetapi tidak terpecah oleh permusuhan.
Ia menegaskan kebesaran seorang calon pemimpin tidak hanya diukur dari keinginannya untuk menang. Kesediaan memberikan kesempatan kepada orang lain untuk berkompetisi secara setara dinilai sama pentingnya.
Deklarasi pencalonan Farianda membuka ruang bagi kandidat lain untuk menyusul. Hingga deklarasi itu disampaikan, ia belum menyebut nama-nama tokoh pers yang diajak ikut serta dalam konferensi.