SUMATERA UTARA — Yamaha Nmax E sudah meluncur di Eropa dengan tenaga puncak 7,5 kW dan torsi 33,3 Nm, lebih kecil dari E01 yang pernah diuji coba di empat kota Indonesia. Keduanya sama-sama mengklaim jarak tempuh 104 km, tapi kapasitas baterai dan status produknya jauh berbeda. Harga Nmax E belum diumumkan, sementara E01 berhenti sebagai motor konsep.
Yamaha Nmax E dan E01 sama-sama skuter listrik bergaya matic gambot, tapi keduanya berdiri di fase yang berbeda. Nmax E adalah produk final yang siap dijual ke konsumen umum, sedangkan E01 hanya pernah berjalan sebagai motor konsep dalam skema Proof of Concept di Jakarta, Bandung, Bali, dan Medan. Perbedaan status itu membuat spek keduanya tidak bisa dibandingkan apple to apple.
Meski begitu, Yamaha tidak menutupi data teknis E01. Angka-angka itu justru jadi pembanding menarik untuk melihat arah pengembangan skuter listrik Yamaha sebelum versi produksinya dijual di Eropa.
Nmax E resmi diperkenalkan di Eropa dan menyandang status produk final. Artinya, motor ini sudah melewati tahap rekayasa menuju produksi massal dan tinggal menunggu jadwal pemasaran. Harga belum diumumkan, begitu pula ketersediaan untuk pasar Indonesia.
E01 berbeda. Motor ini hanya dipakai sebagai alat uji dalam Proof of Concept, proses skala kecil untuk membuktikan apakah sebuah konsep teknologi layak diwujudkan. Yamaha memakai E01 untuk mengumpulkan data pemakaian nyata di jalanan Indonesia, bukan untuk dijual.
Konsekuensinya jelas: spek E01 boleh dibaca sebagai eksperimen, sementara spek Nmax E adalah janji yang harus dibuktikan saat motor itu sampai di tangan konsumen.
Di atas kertas, Nmax E menghasilkan tenaga puncak 7,5 kW pada 3.500 rpm dan torsi puncak 33,3 Nm pada 500 rpm. Angka torsi itu muncul sangat rendah, khas motor listrik yang langsung menyodorkan dorongan sejak putaran awal.
E01 justru lebih bertenaga di mode tertingginya. Motor konsep ini mengeluarkan 8,1 kW pada 5.000 rpm dengan torsi 30,2 Nm di 1.950 rpm saat berada di mode power. Di mode standard, tenaganya tetap 8,1 kW pada 5.000 rpm, tapi torsinya turun ke 24,5 Nm di 1.500 rpm.
Mode Eco paling konservatif: 5,4 kW pada 4.500 rpm dan torsi 21,4 Nm di 1.500 rpm. Artinya, E01 punya tiga karakter berkendara yang jelas, sementara Nmax E baru membeberkan satu set angka puncak.
E01 membawa baterai berkapasitas 4,9 kWh dengan tegangan 87,6 V dan arus 56,3 Ah. Dengan baterai penuh, motor konsep ini diklaim mampu menempuh 104 km berdasarkan tes internal Yamaha pada kecepatan konstan 60 km/jam.
Nmax E memakai baterai lithium ion 3,5 kWh, tegangan 50,4 volt, kapasitas 70,2 Ah. Baterai itu dipasang permanen di dalam kendaraan, bukan model lepas-pasang, dengan alasan menjaga pusat gravitasi tetap rendah. Keputusan ini masuk akal untuk stabilitas berkendara, tapi membuat pengisian daya bergantung pada colokan di rumah atau SPKLU.
Klaim jarak tempuh Nmax E juga 104 km, diukur lewat pengujian WMTC Class 1 pada suhu baterai 25 derajat Celsius. Angkanya identik dengan E01, meski kapasitas baterainya lebih kecil 1,4 kWh. Perbedaan metode uji jadi kuncinya: Nmax E diuji di Eropa dengan siklus WMTC, E01 diuji internal di Indonesia pada kecepatan konstan.
Angka 104 km untuk Nmax E belum tentu berlaku sama di Indonesia. Siklus WMTC di Eropa punya pola akselerasi dan kecepatan yang berbeda dari lalu lintas Jakarta atau Bandung, belum lagi faktor suhu dan beban pengendara.
Status E01 sebagai konsep juga berarti data 104 km-nya tidak bisa dijadikan patokan performa produk final. Yamaha sendiri belum mengumumkan rencana peluncuran Nmax E di pasar Indonesia, sehingga pembeli yang menunggu skuter listrik Yamaha resmi masih harus bersabar.
Dari sisi harga, belum ada angka yang bisa dipakai sebagai acuan. Skuter listrik sekelas ini di Eropa umumnya berada di rentang premium, dan bila masuk Indonesia akan bersaing dengan merek yang sudah lebih dulu menjual motor listrik di segmen serupa.
Nmax E dan E01 bukan rival, melainkan dua tahap dalam perjalanan elektrifikasi Yamaha. E01 adalah laboratorium berjalan yang mengumpulkan data di jalanan Indonesia, sementara Nmax E adalah versi yang sudah disiapkan untuk konsumen Eropa.
Bagi pembaca yang menanti skuter listrik Yamaha di Indonesia, spek Nmax E layak dicatat sebagai gambaran awal: torsi besar di putaran rendah, baterai tanam 3,5 kWh, dan klaim jarak tempuh 104 km. Semua angka itu masih perlu dibuktikan lewat pengujian independen begitu motor ini benar-benar dijual, bukan sekadar dibaca dari lembar spesifikasi.